logo.png

Pemkot Kediri Gelar Festival Tari 1.000 Topeng Panji


ANTARA News Jawa Timur

Pemkot Kediri Gelar Festival Tari 1.000 Topeng Panji
Sejumlah penari saat membawakan tarian dalam festival 1.000 topeng panji di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Kamis (28/7) malam. (foto Asmaul Chusna)
 
 "Kami buat acara yang berkelanjutan dan mempunyai efek ekonomi bagi warga Kota Kediri, salah satunya tarian ini," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menggelar festival tarian tradisional 1.000 topeng panji, sebagai upaya melestarikan kesenian daerah, yang diselenggarakan di Stadion Brawijaya, Kediri, Kamis malam.
     
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengemukakan kegiatan tari 1.000 topeng panji ini bagian dari kegiatan perayaan hari jadi ke-1137 Kota Kediri. Seluruh guru serta siswa di Kota Kediri dilibatkan dalam acara ini.
     
"Kami buat acara yang berkelanjutan dan mempunyai efek ekonomi bagi warga Kota Kediri, salah satunya tarian ini," katanya dalam acara itu.
      
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Kediri Nur Muhyar menambahkan Kota maupun Kabupaten Kediri dikenal dengan cerita panji, terlebih lagi ada fakta yang menunjukkan jika cerita Panji ada kaitannya dengan Kediri.
      
"Di Kediri ada pertapaan Dewi Kilisuci, jadi tanggung jawab kami untuk menggelar kesenian ini supaya eksistensinya terus ada," katanya.
     
Ia pun mengatakan, alasan melibatkan penari yang cukup banyak mencapai 1.000 orang, bahwa ia ingin agar cerita Panji ini akan terus dikenang dan tetap lestari. Ia ingin agar gaung serta semangat mempelajari budaya terus ada.
     
"Alasan 1.000 topeng panji ini, kami ingin perbesar skala dan supaya lebih spektakuler. Dengan ini pula, banyak yang terlibat dan masyarakat pun bisa menikmati," katanya memberi alasan pentas itu.
     
Nur mengaku, persiapan untuk tarian itu tidak terlalu lama, sekitar lima hari. Mereka berlatih di Stadion Brawijaya, untuk menyamakan gerakan, sehingga saat pentas mereka tidak bingung.
     
Ia pun mengatakan memberikan apresiasi yang positif dengan kegiatan tari ini, sebab dengan persiapan yang cukup singkat, ternyata kegiatan yang berlangsung pada Kamis malam ini berlangsung dengan lancar.
     
Dalam atraksinya, para peserta mengenakan beragam baju dengan warna yang tidak sama. Namun, topeng yang mereka kenakan sama. Semua peserta dengan serentak menari saat musik diputar.
     
Kegiatan itu juga mendapatkan tanggapan yang positif dari masyarakat. Mereka pun memadati lokasi Stadion Brawijaya, Kediri, bahkan hingga masuk ke areal lapangan. Petugas pun harus berkali-kali meminta warga untuk menjauh, memberikan ruang pada penari untuk menari.
     
Walaupun masyarakat hingga turun ke lapangan, tidak membuat aktivitas tarian terganggu. Kegiatan itu bisa berlangsung dengan lancar dan tertib.
     
Selain ada atraksi 1.000 topeng panji, dalam acara itu juga terdapat sejumlah acara lainnya misalnya pentas grup band lokal serta atraksi dari grup band Endank Soekamti, yang merupakan grup musik dari Yogyakarta. Untuk kegiatan perayaan ulang tahun di Kota Kediri diselenggarakan selama sebulan, mulai 27 Juli hingga 22 Agustus 2016. 

Sumber : antarajatim.com