logo.png

Peningkatan SDM dan TI Kunci Perwujudan Kota Pelayanan


  • Peningkatan SDM dan TI Kunci Perwujudan Kota Pelayanan
 

KBRN, Kediri: Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Kediri dalam melakukan rebranding menjadi Harmoni Kediri The Service City.

"Namun, untuk mewujudkannya Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar diminta agar mengutamakan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur Teknologi Informasi (TI)," kata Rhenald, saat menjadi Narasumber pada Seminar Peran Identitas Kota untuk Memperkuat Tata Kelola Pemerintahan dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Regional, di Kediri, Sabtu (30/7/2016).

Dia mencontohkan, peningkatan TI tersebut bisa dilakukan dengan menambah fasilitas WIFI yang memang pada saat ini sangat dibutuhkan masyarakat usia produktif. Khususnya anak muda sebagai generasi penerus Bangsa Indonesia.

"Kini infrastruktur TI yang memadai menjadi kebutuhan pokok guna menunjang segala aktivitas mereka," ujarnya.

Sementara, jelas dia, Kota Kediri dengan rebranding-nya juga membutuhkan SDM berkualitas. Apalagi, saat ini perkembangan perekonomian dan teknologi di kancah global semakin pesat.

"Dengan demikian, diperlukan SDM yang memang bisa mengikuti perkembangan zaman," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, mengemukakan, siap untuk mewujudkan Kediri sebagai Kota Pelayanan. Oleh sebab itu, branding yang tepat adalah di sektor jasa, investasi, perdagangan, dan pendidikan.

"Hal itu karena lahan pariwisata di Kota Kediri tidak luas," katanya.

Di sisi lain, sebut dia, saat ini perkembangan ekonomi di Kota Kediri bertumbuh sangat pesat. Kondisi itu dipicu upaya Pemkot Kediri dengan mempermudah perizinan dalam berinvestasi maupun perizinan usaha.

"Langkah ini guna menarik minat investor untuk mau mengembangkan bisnisnya di Kota Kediri," katanya.

Bahkan, lanjut dia, pihaknya juga menerapkan kebijakan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dengan menumbuhkan UMKM. Dampak positifnya, UMKM di Kota Kediri juga menunjukkan performa sangat baik. Apalagi proses pemasarannya sekarang lebih mudah dengan didukung perkembangan teknologi.

"Saat ini, pola pemasaran tidak hanya di dalam kota. Akan tetapi di luar kota sampai meluas di pasar internasional," katanya.

Pada agenda tersebut, turut hadir narasumber lain yakni Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Soni Sumarsono. Ada pula sejumlah pimpinan daerah seperti Bupati Trenggalek, Bupati Tulungagung, Wali Kota Probolinggo, Wakil Bupati Mojokerto, Wakil Bupati Ngawi, serta perwakilan bupati/wali kota dari 15 kota/kabupaten di Jawa Timur. 


Sumber : rri.co.id