logo.png

Wali Kota: Pelayanan yang Baik Berdampak pada Pereekonomian Kediri


ANTARA News Jawa Timur

 Wali Kota: Pelayanan yang Baik Berdampak pada Pereekonomian Kediri
Pembicara memberikan paparannya dalam seminar tentang tata kelola pemerintahan yang baik oleh Pemkot Kediri, Jawa Timur, di sebuah hotel di Kediri, Sabtu (30/7). (foto Asmaul Chusna)
 
 "Perekonomian di Kota Kediri sedang tumbuh, banyak wirausahawan di Kediri. Itu salah satunya, kami permudah proses perizinan di Kediri,"
 
Kediri (Antara Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menegaskan pelayanan dari pemerintah yang baik bisa berdampak pada tumbuhnya perekonomina di masyarakat, baik di sektor jasa, industri, ataupun kuliner.
     
"Perekonomian di Kota Kediri sedang tumbuh, banyak wirausahawan di Kediri. Itu salah satunya, kami permudah proses perizinan di Kediri," katanya di Kediri, Jawa Timur, Sabtu.
     
Wali Kota yang ditemui dalam kegiatan seminar tentang tata kelola pemerintahan di sebuah hotel di Kota Kediri itu mengemukakan, pemerintah telah membuat beragam terobosan seperti memudahkan perizinan, yaitu dari semula 158 izin, sekarang dipangkas menjadi tinggal 56 izin saja. 
     
Selain itu berbagai fasilitas di instansi terlebih lagi di tingkat kelurahan juga lebih diperbaiki. Pelayanan dibuat seperti di perbankan, ada pendingin ruangan, komputer, serta pelayanan yang lebih cepat. 
     
Selain itu, dengan program pemberdayaan masyarakat (prodamas), secara tidak langsung juga berdampak pada pereekonomian di masyarakat. Dalam mewujudkan program itu, berbagai kebutuhan dimaksimalkan dibeli dari pedagang serta pengusaha di Kediri, dan jika terpaksa tidak ada baru bisa dibeli dari luar Kediri.
     
Bahkan, untuk tenaga kerja pun memanfaatkan tenaga kerja dari Kediri dan bukan dari warga luar. Dengan itu, masyarakat mempunyai akivitas dan pendapatan, sehingga roda pereekonomian pun juga berputar. 
     
Ia pun yakin, dengan pelayanan yang lebih baik, Kota Kediri bisa lebih maju. Hal itu selaras dengan slogan yang diusung pemkot, yaitu "Harmoni Kediri, the service city".
     
Sementara itu, Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Rhenald Kasali mengatakan dalam menciptakan tata kelola yang baik, pemerintah harus memberikan pelayanan yang prima. Selain adanya sumber daya manusia (SDM) yang bagus, juga ditunjang dengan beragam pelayanan lain.
     
"Pelayanan harus prima dan SDM bagus. Namun, kaum muda saja tidak cukup. Sekarang ini, orang ingin cepat, dengan memanfaatkan teknologi, dan pemerintah harus respon cepat, misalnya dengan memberikan WIFI," katanya.
     
Selain itu, ia juga mengatakan pendidikan juga menjadi salah satu penopang adanya tata kelola yang bagus. Jika dengan pendidikan yang memadahi serta ditunjang dengan kualitas SDM yang cepat, pastinya pelayanan bisa berjalan dengan lebih optimal.
     
Dalam kegiatan itu, selain dihadiri muspida Kota Kediri, juga sejumlah kepala daerah lain misalnya Trenggalek, Tulugagung, Probolinggo. Acara itu juga dihadiri tamu undangan dari berbagai instansi. 

Sumber : antarajatim.com