logo.png

Satpol PP Kediri Kesulitan Eksekusi Pagar Bambu Setono Pande


 
Satpol PP Kediri Kesulitan Eksekusi Pagar Bambu Setono PandeFoto Ilustrasi

Kediri (beritajatim.com) - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kediri menertibkan pemasangan pagar bambu di Kelurahan Setono Pande oleh oknum warga yang mengaku ahli waris tanah seluas kurang lebih 26 Rhu. Pasalnya, keberadaan pagar tersebut dianggap mengganggu pembangunan Balai Kelurahan setempat.

Penertiban dan eksekusi ini dilakukan oleh Pemkot Kediri karena memiliki hak mutlak tanah tersebut dengan bukti sertifikat. Penertiban didahului mediasi yang berjalan alot, namun akhirnya petugas tetap membongkarnya.

Persoalan itu sebenarnya sudah berlangsung lama, sejak sekitar 2009 lalu. Namun masalah itu kembali terjadi ketika Pemkot Kediri melanjutkan proses pembangunan Kantor Kelurahan, 3 Minggu terakhir.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Kediri Ali Muklis mengungkapkan, pihaknya selaku penegak perda melakukan hal itu karena area tersebut merupakan aset Pemkot Kediri.

Terpisah, Dimyati, selaku salah satu ahli waris tanah yang dipersoalkan atas penjualan oleh oknum yang menempati sebelumnya mengaku, selama itu belum bersih urusannya dalam hal jual beli maka kami tetap mempertahankan.

Sekadar diketahui, persoalan tarik ulur penjualan tanah seluas 26 rhu tersebut sudah terjadi selama 4 tahun. Pemkot Kediri secara resmi telah melakukan transaksi jual beli dengan warga yang mengaku pemilik tanah atas kesepakatan ahli waris didalamnya.

Namun di tengah perjalanan pembagian dana jual beli tidak merata sehingga sejumlah ahli waris mempertanyakan uang senilai hampir Rp 1 miliar yang telah dibayarkan oleh Pemkot Kediri. 


Sumber : beritajatim.com