logo.png

Inflasi Kota Kediri capai 0.78 persen pasca Lebaran


  • Inflasi Kota Kediri capai 0,78 persen pasca Lebaran
 
2 August
21:032016
 
1 Votes(5)
 
 

KBRN, Kediri : Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatat indeks harga konsumen/IHK (inflasi) di kota ini mencapai 0,78 persen pada bulan juli 2016 atau lebih tinggi dibandingkan performa inflasi pada bulan Juni lalu sebesar 0,16 persen.

"Angka Inflasi Kota Kediri pada bulan Juli 2016, disebabkan pengaruh kenaikan tarif angkutan umum selama masa angkutan Lebaran 1437 Hijriah," kata Kepala BPS Kota Kediri, Ellyn T Brahmana, di Kediri, Selasa (2/8/2016).

Menurut dia, selama lebaran 1437 Hijriah besaran tarif yang mengalami kenaikan di antaranya tarif travel dan bus antar kota. Salah satu yang terpantau yakni kendaraan umum Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

"Momentum Lebaran tahun ini, tampaknya dimanfaatkan oleh pengusaha otobus untuk menaikkan harga tiket," ujarnya.

Meski demikian, tambah dia, satu pekan sebelum masa arus mudik memang kenaikan tarif angkutan belum terlalu berpengaruh. Akan tetapi, dampaknya baru terlihat saat arus balik lebaran.

"Apalagi, kota ini merupakan salah satu daerah tikus mudik sehingga arus balik yang berangkat dari Kediri sangat besar," katanya.

Komoditas lain penyumbang inflasi, lanjut dia, daging ayam ras, bawang merah, cabai rawit, batu bata, apel, tarif kereta api, kentang, dan cabai merah. Sementara itu, tingginya harga gula pasir juga memicu inflasi di Kota Kediri. Tapi, kenaikan harganya tidak masuk dalam 10 komoditas penyumbang inflasi terbesar. Dari delapan kota IHK di Jawa Timur, pada bulan Juli seluruh daerah mengalami inflasi.

"Posisi inflasi tertinggi di Madiun sebesar 0,85 persen diikuti inflasi Surabaya sebesar 0,83 persen. Lalu, inflasi Jatim pada bulan Juli 2016 mencapai 0,76 persen," katanya


Sumber : rri.co.id