20160805_132334ADAKITANEWS, Kota Kediri – Ratusan aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mendatangi Balai Kota Kediri yang terletak di Jl. Basuki Rahmat Kota Kediri, Jumat (05/08). Mereka meminta agar Pemerintah Kota segera menghentikan aktivitas prostitusi yang masih beroperasi di eks Lokalisasi Semampir.

Pantauan tim adakitanews.com, sekitar 200 masa yang terdiri dari Bapak-bapak, ibuk-ibuk bahkan anak –anak mereka ikut melakukan aksi didepan Balai Kota tersebut. Dengan membawa pengeras suara diatas mobil pick-up, baner dan sejumlah bendera, mereka berorasi hamper satu jam lebih.

Aksi tersebut merupakan aksi pernyataan sikap dari HTI terkait mewujudkan Kediri bersih dari perzinaan. Dalam pernyataannya, HTI mendesak agar eks Lokalisasi Semampir segera dibersihkan dari aktivitas perzinaan.

“Kami meminta, Pemkot agar bersungguh-sungguh dalam membersihkan eks Lokalisasi itu. Karena, setelah ditutup dua tahun lalu, jumlah PSK bukan berkurang justru bertambah. Kami memperkirakan sekitar 10 hingga 20 persen penambahan itu,” ujar Mahfud Abdullah Humas DPD HTI Kota Kediri

Mahfud mengatakan, HTI sangat mendukung penutupan eks Lokalisasi itu dan rencana Pemkot untuk mengalih fungsikan tempat tersebut. Oleh karenanya, HTI meminta agar pengalih fungsian tersebut segera dilakukan.

“Kami menghimbau pada seluruh elemen masyarakat, terutama ormas Islam, mahasiswa, politisi, dan aparat keamanan untuk bahu membahu memperjuangkan tegaknya syariah Islam secara kaffah. Inilah jalan kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang akan benar-benar mewujudkan rahmatan lil a’alami,” tambah Mahfud

Sebagaiamana diberitakan sebelumnya, eks Lokalisasi tersebut akan dijadikan ruang terbuka hijau oleh Pemkota Kediri. Namun, Harianto Ketua Komisi A DPRD Kota Kediri mengatakan, dalam pembahasan terkait pengalihan eks lokalisasi menjadi ruang terbuka hijau akan dilaksanakan mulai tahun 2017.
“Tahun ini baru kita anggarkan dan akan dimulai pada tahun depan. Pihak Kecamatan, Kelurahan dan Bappeda memahami itu dan akan melakukan sosialisasi kepada warga utamanya RW 5 eks Lokalisasi Semampir,” terang Harianto usai memimpin agenda hearing.