logo.png

Ribuan Warga Saksikan Tari Kolosal Songgo Langit Kota Kediri


Ribuan Warga Saksikan Tari Kolosal Songgo Langit Kota Kediri
 
pertunjukan Tari Kolosal Dewi Songgo Langit dalam rangkaian acara Hari Jadi Kota Kediri ke-1137

Kediri (beritajatim.com) -- Ribuan warga dari Kota Kediri dan sekitarnya berdatangan ke Stadion Brawijaya, Kota Kediri untuk menyaksikan Tari Kolosal Dewi Songgo Langit dalam rangkaian acara Hari Jadi Kota Kediri ke-1137, Rabu (10/8/2016) malam. Pertunjukkan ini berbeda dari biasanya karena dikolaborasikan dengan kesenian daerah lainnya, seperti jaranan, tari pecut dan juga reog oleh 200 pelajar di Kediri.

Dewi Songgo Langit merupakan salah satu dewi asli dari Kediri. Dalam cerita yang dituangkan dalam tarian tersebut, ia dilamar oleh pangeran dari berbagai Negara. Untuk menentukan siapa pemenang dari lamaran tersebut, Dewi Songgo Langit menggelar sayembara. Siapa pangeran yang dapat menghadirkan kesenian khas dan unik yang mampu memikat masyarakat, dia lah yang akan dipilihnya.

"Ini sangat penting bagi kita semua , masyarakat, termasuk pemerintah untuk melestarikan cerita sejarah Kediri ini dimana cerita dari putrinya ini yang menarik yang menyebar ke seluruh dunia," kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Nur Muhyar.

Selain menghibur dengan penampilan menariknya, kesenian daerah khas Kota Kediri ini juga mampu memberikan tambahan pengetahuain budaya bagi para generasi muda yang saat ini mulai dipengaruhi oleh budaya asing di era globalisasi.

"Ini menarik , sangat menghibur. Kita jadi semakin tau akan kebudayaan khas Kota Kediri. Karena bagaiaman pun kita sebagai generasi muda harus tetap melestarikannya," kata Dyna Wuni, generasi muda pengunjung dalam acara tersebut.

Pengetahuan akan kebudayaan daerah, menurut Dyna, sangat penting terutama bagi para generasi muda yang mulai banyak dipengaruhi oleh budaya asing di era globalisasi. "Siapa lagi kalau bukan kita yang melestarikannya," imbuhnya.

Dalam pagelaran tersebut warga Kediri memang diharapkan tahu dan mengerti akan kebudayaan daerah asalnya, yang tentunya mau untuk melestarikannya. Sementara itu, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, target pagelaran acara ini adalah untuk menghibur masyarakat Kota Kediri dan manarik masyarakat dari luar Kota Kediri untuk datang.

"Target kami, bukan hanya masyarakat Kota Kediri saja, melainkan warga sekitar Kota Kediri agar bisa datang. Mereka bisa menyaksikan pagelaran juga berbelanja di Kota Kediri, sehingga perputaran uang di Kota Kediri bertambah, kalau biasanya hanya Rp 1.000, bisa naik Rp 2.000 atau 3.000," harapannya.

Jum'at, 12 Agustus 2016


Sumber : beritajatim.com