20160814_163510ADAKITANEWS, Kota Kediri – Kreasi batik tulis yang diproduksi oleh ibu-ibu di Kelurahan Rejomulyo Kota Kediri mulai menjadi perhatian dunia. Hal ini terlihat dari mulai tertariknya orang Amerika yang membawa produk ini ke nagaranya sana.

Batik Tulis meruapakan salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Kediri. Tepatnya, berada di di RT 03 RW 06 Perumahan BTN Kelurahan Rejomulyo Kota Kediri. Sri Hartatik salah satu pengelola UKM mengungkapkan batik tulis tersebut belum lama hadir di Kota Kediri, tepatnya sekitar lima tahun yang lalu.

Ia terjun didunia batik tulis juga bukan karena keinginannya. Hal ini karena Perusahaan Rokok yang Ia kelola gulung tikar, sehingga Disperindagtamben Kota Kediri meminta Bu Tatik (sapaan akrabnya) dan 5 orang pengusaha rokok lainnya untuk mengikuti pelatihan ini.

“Saya sebenarnya dulu tidak suka sama batik itu. Selain rumit pembuatannya, penjualannya pasti juga butuh waktu yang lama. Tapi, sampai sekarang dari beberapa pengusaha rokok yang mendapat pelatihan hanya saya yang masih bertahan,” ujar Sri Hartatik, saat ditemui tim adakitanews.com dirumahnya, Minggu (14/08).

20160814_162211Kini, Bu Tatik sudah bisa mengajak lebih dari 50 ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Rejomulyo untuk ikut memproduksi batik tulis. Dan, wisata pemancingan Sumber Jiput yang baru saja diresmikan oleh Abdullah Abu Bakar Walikota Kediri beberapa waktu yang lalu menjadi satu-satunya tempat penjualan batik tulis Rejomulyo ini.

“Kita seringnya ikut pameran-pameran, kemarin di Bali dan Surabaya. Memang tidak banyak yang terjual, yang penting kita promosi saja,” kata Bu Tatik.

Beruntunglah, saat ini produk batik tulis ini sudah mendapat perhatian dari Jalarta dan Amerika Serikat. Bu Tatik mengatakan, 20 lembar batik tulisnya sudah dibawa dan dijadikan percontohan di Ibu Kota dan Amerika.

“Alhamdulillah, batim ini sudah dibawa ke Jakarta dan Amerika. Mereka senang melihatnya, karena bahan pewarnanya asli dari alam. Kami gunakan pewarnanya mulai dari batang kayu Mangga, Jati, Mahoni, pohon Manggis seperti itu,” jelasnya

Sri Hartatik mengatakan, bagi yang ingin memiliki batik tulis khas Kota Kediri, Ia melabelinya dengan harga mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 700 ribu. “Semoga, usaha keras kami selama bertahun-tahun bisa membuka mata dunia bahwa di Kota Kediri ada Batik Tulis,” tandasnya.(Zay)

Keterangan Gambar : Sri Hartatik menunjukkan beberapa produk batik tulis khas Kota Kediri.(foto: Zayyin)