logo.png

Menteri Yohana : Kota Kediri Percontohan Satgas PPA Tingkat Nasional


Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise saat mengunjungi Kota Kediri, Senin (15/8).Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise saat mengunjungi Kota Kediri, Senin (15/8).
 
KEDIRI | duta.co -  Untuk kali kedua, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise mendatangi Kota Kediri, kali ini dalam rangkaian pelantikan Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) yang baru pertamakali dibentuk di Tingkat II, bertempat di Hall Insumo Hotel.
 
Sebelumnya, bertempat di Ruang Kilisuci Balai Kota Kediri, Senin (15/8) secara khusus diundang Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar untuk berdialog dengan sejumlah tokoh masyarakat dan wartawan. “Saya bangga dengan kota ini, dan Walikota Kediri Mas Abu melakukan langkah strategis dan cepat untuk mengantisipasi kasus kekerasan para perempuan dan anak,” jelas Menteri Yohana.
 
Dalam kata sambutannya, Menteri Yohana menjelaskan atas pembentukan Satgas PPA di Kota Kediri, diharapkan mampu dijadikan acuan daerah lain di Indonesia. Bahwa keberadaan perempuan dan anak merupakan sumberdaya potensial dalam pembangunan Indonesia. Kekuatan keduanya berperan dalam mengisi pembangunan di berbagai bidang, sekaligus dapat mengantarkan Indonesia menjadi salah satu bangsa yang besar, kuat dan mandiri.
 
Sayangnya, kondisi sebagian perempuan dan anak masih mengalami tindakan kekerasan, pelecehan dan perdagangan orang. Perempuan juga kerap dirugikan dalam masalah keperdataan yang menyebabkan mereka tidak memperoleh hak yang sama, seperti kasus perebutan harta dan hak waris, hak pengasuhan anak, perceraian, tuntutan ganti rugi dan kasus ketenagakerjaan. Hal ini disampaikan Menteri Yohana, dihadapan Mas Abu hadir didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, Ferry Silviana Abu Bakar, Wakil Walikota, Hj. Lilik Muhibbah serta sejumlah pejabat terkait.  
 
“Ada dua hal yang saya laporkan kepada Presiden Jokowi, atas kasus kekerasan seksual perempuan dan perdagangan anak, kemudian atas seijin presiden, kami melantik Satgas PPA di Kota Kediri, dengan harapan mampu dijadikan acuan bagi daerah lain.” jelas Menteri PPA ini. Dalam sambutannya, Mas Abu menjelaskan bahwa di Kota Kediri kini telah terbentuk Satuan Tugas Gerakan Masyarakat Anti Kekerasan Seksual Pada Anak (Satgas GM AKSA) dimana beranggotakan para relawan di tiap – tiap kelurahan didukung tenaga pendidik, kesehatan, unsur TNI dan Polri.
 
“Kami telah membentuk Satgas GM AKSA dan diharapkan mampu bekerjasama dengan Satgas PPA demi menjaga masa depan anak dan kaum perempuan. Kami sampaikan terima kasih kepada ibu menteri dengan ditunjuknya Kota Kediri, sebagai kota pertama di Indonesia sebagai percontohan keberadaan Satgas PPA untuk kota – kota lain di Indonesia,” jelas Mas Abu.  

Sumber : duta.co