logo.png

BPBD Kota Kediri Imbau Untuk Waspadai Cuaca Tak Menentu


 

BPBD Kota Kediri Imbau Untuk Waspadai Cuaca Tak Menentu

Samsul Bahri Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri

KEDIRI (BM) - Cuaca yang tak menentu akibat fenomena La Nina, yaitu menghangatnya suhu di Samudera Hindia mengakibatkan masih terjadinya curah hujan yang cukup tinggi.
 
Hal ini, merupakan siklus 5 hingga 7 tahunan. Terakhir terjadi pada 2010 silam. Seperti yang dikatakan Samsul Bahri Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri mengimbau ke masyarakat, bagi rumah-rumah yang konstruksinya tidak kuat, agar selalu waspada.
 
“Akibat kontruksi yang tak kuat khawatirnya rumah akan roboh. Masyarakat harus mengantisipasi fenomena tersebut,” katanya.
 
Pihak BPBD juga menegaskan, cuaca semacam ini akan berlangsung sampai akhir September. Dengan adanya cuaca saat ini, petani padi sangat diuntungkan, karena bisa menanam padi secara berkelanjutan.
 
Selain petani padi, nelayan juga diuntungkan, dengan suhu hangat di laut. Saat cuaca hangat, banyak ikan tuna. Sehingga nelayan dapat menghasilkan tangkapan ikan yang banyak, meskipun melautnya tidak setiap hari.
 
“Namun untuk petani garam sangat tidak diuntungkan, karena terkendala dengan pengolahan,” katanya. 

Sumber : beritametro.co.id