logo.png

Teroris Sandera Walikota dan Kuasai Aset Pemkot Kediri


 

Teroris Sandera Walikota dan Kuasai Aset Pemkot Kediri

Dua peleton Satgas Gultor 81 Kopasus Grup 1 Serang Banten mempersiapkan diri dalam simulasi perang kota

KEDIRI (BM) – Kejadian menegangkan terjadi di Balai Kota Kediri, saat Walikota Kediri mendadak disandera sejumlah teroris. Bahkan, detik berikutnya seluruh aset penting dan rahasia milik pemkot dikuasai sepenuhnya.
 
Sejumlah pejabat penting pemkot juga ikut disandera, di kejadian tersebut. Hanya saja, mereka berhasil meloloskan diri dan kabur dengan menumpang bus umum. Suasana menjadi tak terkendali, sempat  dikhawatirkan akan jatuh korban jiwa.
 
Namun tak lama kemudian, muncul 2 peleton Satuan Tugas Penanggulangan Teroris (Satgas Gultor) 81 Kopasus Grup 1 Serang Banten. Hanya hitungan menit, akhirnya teroris mampu dilumpuhkan dan sejumlah sandera yang nyaris lolos hingga ke batas Kota Kediri, berhasil diselamatkan.
 
Kejadian di atas merupakan cuplikan simulasi aksi darui pasukan elit TNI AD saat menggelar materi perang kota yang bekerjasama dengan Pemkot Kediri. Sementara itu, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar saat dikonfirmasi usai menerima kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise, Senin (15/8), di Ruang Kilisuci,  membenarkannya.
 
“Memang kami bekerjasama dengan Kopasus untuk kegiatan simulasi perang kota, informasinya cukup mendadak dan memang dijaga kerahasiaannya. Bak kejadian sungguhan,” jelas Mas Abu sebutan akrab walikota.
 
Bila ada kerusakan, Mas Abu menjelaskan bahwa apapun bentuk kerugian materiil, maka pihak Kopasus siap akan memberi ganti rugi atas kerusakan tersebut, termasuk sejumlah kaca di ruangan yang pecah. “Mereka langsung mengganti dan memang sudah ada kesepakatan,” imbuh Mas Abu.
 
Senada dengab walikota, Komandan Kodim (Dandim) 0809 Letkol (Inf) Purnomosidi membenarkan acara simulasi itu dan berdasarkan laporan yang masuk, materi disampaikan berjalan sesuai rencana dan tidak ada kerugian yang berarti.
 
“Memang Kopasus Grup 1 menggelar simulasi dengan materi perang kota selama 5 hari. Lokasi yang dipilih di Kabupaten dan Kota Kediri. Berdasarkan laporan yang kami terima, kegiatan berjalan dengan sukses,” kata dandim.
 
Perwira menengah ini menambahkan, Kota Kediri dipilih karena memang cukup layak sebagai lokasi latihan. “Jangan beranggapan bahwa Kediri itu tidak aman, namun justru membuktikan bahwa kota ini sangat kondusif dan masyarakatnya juga harmonis,” pungkas Purnomosidi.

Sumber : beritametro.co.id