logo.png

Walikota Prihatin Aksi Teror Jalan Media Massa


18 bis : Kaca Bis Patas Harapan Jaya AG 7170 US masih di lokasi kejadian Jl. Semeru Kota Kediri ( foto :Nanang)18 bis : Kaca Bis Patas Harapan Jaya AG 7170 US masih di lokasi kejadian Jl. Semeru Kota Kediri ( foto :Nanang)
 

KEDIRI | duta.co -  Atas kejadian pengrusakan kaca bis terjadi selama dua hari berturut – turut, di kawasan Jl. Media Massa, sebutan warga setempat karena adanya sejumlah kantor untuk pekerja pers, mendapat perhatian khusus dari Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar. Usai menyampaikan nota keuangan perubahan APBD 2016 di Gedung DPRD Kota Kediri, Kamis (18/8), Mas Abu sebutan walikota sempat menanyakan perkembangan kasus di atas.

 
Aksi premanisme diduga dilakukan sejumlah oknum dengan melakukan pemecahan kaca bis, rupanya mendapat perhatian sejumlah pihak. Selain Kapolres Kediri Kota, AKBP Wibowo maupun Dandim 0809 Letkol (Inf) Purnomosidi, Mas Abu dan juga Ketua DPC PKB Kota Kediri yang juga Wakil Ketua DPRD, KH. Oing Abdul Muid akrab disebut Mbah Muid pun menyempatkan melihat langsung lokasi kejadian.
 
Berdasarkan data di Kepolisian, sedikitnya terdapat 7 bis yang mengalami kaca pecah dan terdapat sejumlah lubang yang tembus. Meski demikian, tidak didapat kabar adanya korban jiwa pada penumpang atau pengguna jalan yang lain. Isu yang tersiar di masyarakat, diduga kaca tersebut sengaja dirusak dengan menggunakan senjata angin. Meski demikian, hasil Olah TKP, jajaran Satreskrim Polres Kediri Kota dibantu Unit Reskrim Polsekta Mojoroto justru menemukan 20 butir kelereng yang berserakan di trotoar.
 
“Kami sudah perintahkan anggota untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan, apalagi lokasi kejadian berdekatan dengan sejumlah kantor media massa, salah satunya Radio Andika FM. Apakah ini terkait rangkaian Materi Perang Kota digelar Satgas 81 Group 1 Kopasus, dengan tegas Dandim 0809 Letkol (Inf) Purnomosidi menyatakan bahwa latihan materi digelar pasukan elit TNI AD di Kediri telah selesai dan pasukan telah kembali ke markas berada di Serang Banten.
 
“Kejadian tersebut murni kriminal dan anggota saya perintah untuk membantu pengamanan di sekitar lokasi. Namun untuk penyidikan, sepenuhnya kami serahkan kepada Kepolisian,” jelas Purnomosidi. Sementara Mas Abu pun berharap kasus ini segera terungkap dan setidaknya dilakukan langkah antisipasi. “Kenapa bis yang jadi sasaran ya,” kata Mas Abu penuh tanya.

Sementara itu, Mbah Muid yang juga pengasuh PP Lirboyo berharap bahwa keberadaan TNI dan Polri untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dengan harapan pelayanan kepada masyarakat. “Saya malah baru tahu jika ada aksi pengrusakan bis hingga kacanya pecah. Seharusnya polisi segera bertindak cepat dan melakukan langkah pengamanan agar masyarakat pada khususnya tidak resah,” imbuhnya. 

Sumber : duta.co