logo.png

18 Pasangan Nikah Massal di Kota Kediri


ANTARA News Jawa Timur

18 Pasangan Nikah Massal di Kota Kediri
Pasangan pengantin yang ikut nikah massal di Kediri, Jawa Timur, Rabu (17/8). (foto Asmaul Chusna)
 
 "Ada 18 pasangan yang ikut nikah massal dan mudah-mudahan selalu diberkahi keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Sebanyak 18 pasangan mengikuti program nikah massal yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Kediri, sebagai bagian dari perayaan HUT ke-1137 Kota Kediri serta Hari Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia.
    
"Ada 18 pasangan yang ikut nikah massal dan mudah-mudahan selalu diberkahi keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah," kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar ditemui setelah kegiatan nikah massal di Balai Kota Kediri, Rabu.
 
Pihaknya mengatakan, kegiatan nikah massal ini dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah kota pada warga Kota Kediri. Pemerintah kota memang memfasilitasi mereka, termasuk memberikan surat nikah langsung.
 
Selain mendapatkan surat nikah langsung, pasangan itu juga mendapatkan mahar serta sejumlah uang bantuan dari pemerintah kota. Diharapkan, berbagai bantuan itu bisa bermanfaat untuk pasangan yang baru menikah itu.
 
"Ini sifatnya membantu, jika mereka mempunyai surat-surat secara legal saat mereka juga menikah, nantinya dalam mengurus berbagai akta juga mudah," ujar Wali Kota. 
 
Dari 18 pasangan yang baru menikah itu, terdiri dari beragam usia, baik yang masih muda bahkan ada yang sudah uzur. Namun, hal itu tidak memupus langkah mereka untuk membina rumah tangga.
 
Matdadini mengatakan ia senang bisa ikut nikah massal tersebut. Ia sudah bersepakat dengan Ruminem, pasangannya untuk tidak menunda-nunda pernikahan. Ia berharap secepatnya dikaruniai momongan.
 
"Senang bisa ikut acara ini. Tadi juga diberi buku nikah dan semoga keluarga saya nantinya bisa langgeng bahagia selalu," harap Ruminem. 
 
Proses ijab dan kabul tersebut dilakukan di halaman Balai Kota Kediri oleh naib yang sudah ditugaskan. Sebelum proses dilakukan, petugas memeriksa berkas kelengkapan persyaratan dan meminta klarifikasi nama yang bersangkutan benar atau ada kekeliruan. Dan, setelah dinyatakan semua jelas dan benar, baru ijab kabul dilakukan petugas.
 
Sejumlah calon mempelai pria sempat panik saat ijab kabul, sehingga harus dilakukan hingga beberapa kali. Namun, setelah pasangan pria diarahkan dan diminta untuk tenang, akhirnya proses ijab kabul berjalan dengan lancar. 
 
Setelah proses selesai, belasan pasangan itu duduk bersama di panggung dan setelahnya mereka diarak naik becak berkeliling kota. Mereka kembali lagi bersama ke Balai Kota, setelah berkeliling tersebut. 

Sumber : antarajatim.com