logo.png

Pemkot Kediri Mulai Bangun Gedung Kampus Universitas Brawijaya


ANTARA News Jawa Timur

Pemkot Kediri Mulai Bangun Gedung Kampus Universitas Brawijaya
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (tiga dari kanan) dalam peresmian pembangunan gedung yang menjadi kampus tiga UB di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jumat (19/8). (foto Asmaul Chusna)
 
 "Ini dibangun dan 'syaring' dengan UB. Yang penting dampak positifnya, maka dibangun di daerah ini," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur mulai membangun gedung yang akan menjadi kampus tiga Universitas Brawijaya di Kediri di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, kota setempat.
 
"Ini dibangun dan 'syaring' dengan UB. Yang penting dampak positifnya, maka dibangun di daerah ini," kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar ditemui dalam peresmian pembangunan gedung yang menjadi kampus tiga UB di Kelurahan Mritjan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jumat.
 
Ia mengatakan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya agar UB bisa terealisasi di Kediri, termasuk bersama dengan pimpinan UB ke Kemenristekdikti. 
     
"Kami juga berjuang di dikti (Kemenristekdikti) pentingnya UB di Kediri. Dalam era otoda (otonomi daerah) boleh saja berbuat apa, termasuk adanya universitas negeri," katanya.
 
Ia juga meenegaskan, dengan adanya kampus UB tentunya berdampak sangat baik salah satunya dalam menggerakkan perekonomian di Kota Kediri. Masyarakat bisa menjual berbagai makanan termasuk mendirikan indekos.
 
Pihaknya pun sangat berterimakasih pada warga, terutama di Kelurahan Mrican, sebab mereka juga bersemangat mendukung pendirian kampus tiga UB ini. Bahkan, masyarakat juga tidak segan membantu memperbaiki jalur, agar pembangunan bisa berjalan dengan lancar.
 
Pemerintah, lanjut dia, telah menganggarkan sekitar Rp18 miliar untuk pembangunan gedung sebagai kampus tiga UB di Kediri tersebut. Pembangunan akan dilakukan dengan model tumbuh kembang, sesuai dengan kebutuhan.
 
"Ini kampusnya dibangun dengan model tumbuh kembang, satu per satu, sesuai dengan kebutuhannya. Kalau UB punya uang, akan dibangun UB, jika tidak akan melihat kekuatan anggaran pemkot," jelasnya.
 
Wali Kota berharap pembangunan kampus ini bisa selesai secepat mungkin dan diharapkan tahun depan sudah bisa digunakan. Pada tahun ajaran baru ini, pemerintah masih menyiapkan gedung BKD Kota Kediri untuk proses kegiatan belajar mengajar mahasiswa UB.
 
Ia juga menegaskan, adanya UB di Kediri tentunya akan semakin melengkapi beragam unversitas di daerah ini. Adanya kampus ini bukanlah saingan untuk kampus swasta lainnya, sebab proses penerimaan mahasiswa nya pun melalui seleksi resmi secara nasional. 

Untuk beberapa jalur menuju kampus yang masih sempit, Wali Kota mengatakan sudah koordinasi dengan seluruh pihak terkait dan rencana akan diluaskan. Namnun, pemerintah belum berencana melakukan relokasi pasar yang berada sekitar kampus. Jarak antara kampus dengan pasar berada sekitar 1 kilometer ke arah timur kampus. 
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kediri Kasenan mengatakan proyek pembangunan kampus itu dikerjakan oleh PT Duta Karya Perkasa dari Bali, yang menang tender secara terbuka.
 
Kasenan menambahkan luas tanah yang akan dibangun kampus itu 54x30 meter dan dibangun menjadi tiga tingkat, untuk kegiatan fakultas atau ruang kelas, ruang dosen, dan sejumlah ruangan khusus lainnya.
 
"Nanti dibangun tiga lantai, yang lantai bawah untuk fakultas, kedua ruang kelas. Nanti ada ruang untuk dosen, mushalla dan lain-lain," ujarnya.
 
Saat ini, di lahan yang akan dibangun kampus tiga UB itu sudah mulai ditata, salah satunya dengan tanah uruk. Sejumlah alat berat juga sudah ada di tempat tersebut, menunggu proses pembangunan. 

Sumber : antarajatim.com