logo.png

Pemkot Kediri Coba Desain Bungkus Tahu dari Kaleng


ANTARA News Jawa Timur

  Pemkot Kediri Coba Desain Bungkus Tahu dari Kaleng
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. (foto Asmaul Chusna)
 
 "Kami ingin kembangkan supaya tahu bisa awet dan bisa pasarkan lebih jauh lagi, misalnya ke luar negeri. Kami lagi pikirkan tahu kaleng," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mmencoba mendesain bungkus makanan tahu yang terbuat dari kaleng, sehingga tahu tidak hancur saat dibawa bepergian jauh.
     
"Kami ingin kembangkan supaya tahu bisa awet dan bisa pasarkan lebih jauh lagi, misalnya ke luar negeri. Kami lagi pikirkan tahu kaleng," kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Kediri, Senin.
     
Ia mengatakan, kualitas tahu yang cukup baik tidak terlalu panjang, hanya sekitar 24 jam saja. Terlebih lagi, jika tahu dibawa ke luar kota, jika tidak dikemas dengan baik tahu bisa hancur. 
     
Sementara itu, istri Wali Kota Kediri Ferry Silviana Feronica Abdullah Abu Bakar menambahkan riset untuk tahu kaleng itu sudah dilakukan. Jika tahu bisa dikemas menjadi lebih baik, tentunya semakin menambah nilai dari produk khas Kediri tersebut.
     
"Riset sudah dilakukan, dan tentu kami berharap tahu bisa menjadi sumber baru PAD Kota Kediri, jadi itu salah satu inovasi yang mungkin bisa dilakukan," katanya.
    
Bunda Fey, sapaan akrabnya mengatakan untuk tahu dengan bungkus dari kaleng dan diberi nama Tahu Kaleng Kota Kediri (Takakori) ini memang untuk segmen menengah ke atas. Selama ini, tahu hanya dibungkus dengan plastik ataupun dengan besek jika dibawa ke luar kota. 
     
"Wisatawan yang ke Kediri, yang ingin tahunya bisa diterima penerima oleh-oleh dalam keadaan baik tentunya pilih itu (Takakori) ataupun pergi umrah pilih itu," katanya mengungkapkan.
     
Bunda Fey juga berharap makanan tahu dari Kota Kediri akan semakin diminati dan menjadi oleh-oleh yang semakin digemari dari Kota Kediri. Bahkan, tahu pun juga bisa diolah menjadi beragam masakan, termasuk masakan luar negeri.
     
Di Kediri, terkenal dengan oleh-oleh tahu takwa. Makanan olahan dari kedelai ini beda dengan tahu putih. Tahu takwa setelah melalui proses masak dan dipotong dimasak kembali dengan campuran kunyit, sehingga warnanya menjadi kuning. Setelahnya, tahu diangin-anginkan, sehingga teksturnya menjadi lebih padat dan kenyal, sedangkan tahu pong atau tahu putih biasanya direndam terlebih dahulu.

Sumber : antarajatim.com