logo.png

Pemkot Kediri Luncurkan Takakori


DetikNews

Pemkot Kediri Luncurkan TakakoriFoto: Andhika Dwi

Kediri - Sebagai kota yang terkenal dengan makanan khas tahu, Kota Kediri tak henti-hentinya melakukan serangkaian inovasi dan kreasi menggunakan bahan dasar tahu.

Dalam mengembangkan industri tahu, Pemerintah Kota Kediri meluncurkan inovasi baru dengan mengemas tahu dalam kaleng yang diberi nama, Tahu Kaleng Kota Kediri (Takakori).

Ketua Penggerak PKK Kota Kediri, Veronika Abdullah Bakar mengaku saat ini pihaknya mengembangkan produk tahu agar bisa dinikmati di seluruh dunia. 

"Untuk itulah kami sedang mengembangkan bagaimana tahu ini agar bisa awet dan dapat dinikmati hingga keluar negeri dan mampu menjadi produk unggulan KotaKediri," kata Bunda Ve, panggilan Akrab istri dari Wali KotaKediriAbdullah Abu Bakar, Senin (22/8/2016).

Kreasi baru olahan tahu Takakori



Sementara Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Yeti Sisworini mengatakan, Takakori ini adalah hasil pengembangan dari seminar yang telah dilakukan sebelum festival tahu Kota Kediri. Jika sebelumnya tahu hanya bertahan kurang dari 24 jam, dengan inovasi baru ini tahu akan bertahan sangat lama.

"Tahu kaleng ini akan kita launching setelah festival tahu. Dan pengusaha ke depan tidak risau dengan inovasi ini. Sebab tahunya bisa dibawa kemana-mana dan tahan lama," jelas Yeti.

Setelah dilaunching bersama agenda festival tahu, Disperindag akan melakukan izin produksi ke BB POM. Sehingga Takakori ini secepatnya bisa dipasarkan ke tingkat nasional dan internasional.

Sementara terkait festival tahu ini Pemkot mengundang chef dari luar negeri. Diantaranya dari Australia, Prancis, Italia dan Jerman. Selain itu tiga chef dari Indonesia juga dihadirkan yakni chef Nadia, Mariamah dan Dian Anggraini.

Mereka mencoba mendemokan beberapa jenis masakan yang berasal dari tahu. Sebab saat ini masyarakat hanya mengetahui jika tahu hanya sebagai kudapan. Namun di tangan chef internasional ini, tahu bisa dibuat menjadi lebih nikmat dan mampu dibuat menjadi banyak jenis olahan makanan. 


Sumber : detik.com