IMG_20150207_134439-1ADAKITANEWS, Kota Kediri – Proyek pembangunan jembatan Brawijaya hingga saat ini masih belum dikerjakan. Menurut Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, proses pembangunan salah satu mega proyek tersebut bisa dilanjutkan ketika proses hukum di Mahkamah Agung (MA) sudah selesai.

Proyek jembatan brawijaya yang terletak di ujung jalan Brawijaya dan melintasi sungai Brantas ini sudah 5 tahun lebih sejak pertama dibangun. Namun, hingga saat ini salah satu program 3 mega proyek yang warisan Walikota Kediri sebelumnya Samsul Ashar ini masih mangkrak. Tiga mega proyek itu yakni Jembatan Brawijaya, RSUD Gambiran II dan proyek lanjutan Gedung Poltek Kediri.

Mas Abu sapaan akrab Walikota Kediri saat ini saat dikonfirmask terkait persoalan ini mengatakan, pihaknya belum bisa melanjutkan pembangunan. Pasalnya, hingga saat ini masih menunggu proses Perdata di MA.

“Kasus pidananya masih terus berjalan. Walaupun pembangunan ini tetap bisa kita teruskan tapi harus menunggu proses Perdatanya di Mahkamah Agung sana. Karena negara kita ini negara hukum, jadi kita harus menaati proses hukumnya,” ujar Abdullah Abu Bakar

Mas Abu menambahkan, pihaknya tidak ingin melanggar hukum jika terus melanjutkan proses pembangunan tanpa menunggu proses Perdata di MA. Menurutnya, jika proses hukum di MA, supervisi dari KPK, dan Polda serta audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sudah keluar, pihaknya tidak ragu lagi untuk segera melanjutkan pembangunan jembatan tersebut.

“Posisinya saat ini memang sedang menggantung karena masih menunggu proses dari MA. Kalau proses itu sudah selesai kita akan melanjutkan. Yang jelas kita tidak ingin ada pelanggaran hukum,” tandas Mas Abu.(Zay)

Keterangan Gambar : Proyek pembangunan Jembatan Brawijaya Kota Kediri mangkrak.