logo.png

Kembangkan Takakori yang Mampu Bertahan hingga 24 Jam


Kembangkan Takakori yang Mampu Bertahan hingga 24 Jam

Seminar Tahu yang digagas pemkot, kini juga mengenalkan olahan takakori yang mampu bertahan hingga 24 jam.

KEDIRI (BM) – Bukan hanya sekadar memproduksi berbagai jenis tahu kuning, kini Kota Kediri juga punya olahan baru diberi nama Tahu Kaleng Kota Kediri (Takakori). Bahkan, tahu ini dapat  bertahan lama hingga lebih dari 24 jam.
 
Sementara itu, Walikota Kediri Abdulah Abubakar menyatakan, saat ini pihaknya mengembangkan produk tahu agar dapat dinikmati di seluruh penjuru dunia. 
 
“Kami lagi mengembangkan bagaimana tahu yang diolah bisa lebih awet, dan dapat dinikmati hingga ke luar negeri. Sebab tahu umurnya hanya dua kali 24 jam,” ungkap wali kota.
 
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan (Disperindag) Kota Kediri Yetty Sisworini menambahkan, Takakori merupakan pengembangan inovasi dari seminar yang telah digelar sebelum Festival Tahu Kota Kediri.
 
Jika sebelumnya tahu hanya bertahan kurang dari 24 jam, dengan inovasi baru itu maka tahu mampu  bertahan sangat lama. “Tahu kaleng ini akan kita launching setelah Festival Tahu, kami berharap pengusaha ke depan tidak risau dengan inovasi ini karena tahunya dapat dibawa kemana-mana serta tahan lama,” kata Yetty.
 
Lebih lanjut, ia menambahkan setelah diluncurkan bersama agenda Festival Tahu, pihak disperindag akan segera melakukan izin produksi ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Sehingga Takakori secepatnya dapat dipasarkan ke tingkat nasional dan internasional.
Terkait Festival Tahu, Pemkot Kediri secara khusus mengundang sejumlah chef dari luar negeri. Di antaranya Australia, Prancis, Italia dan Jerman. Selain itu, tiga orang chef dari Indonesia juga dihadirkan antara lain chef Nadia, Mariamah dan chef Dian Anggraini.
 
Para chef dari luar negeri ini mendemonstrasikankan beberapa jenis masakan berasal dari tahu. Sebab, saat ini masyarakat hanya mengetahui jika tahu hanya sebagai kudapan. Di tangan chef internasional ini ternyata makanan tahu bisa dibuat menjadi lebih nikmat dan mampu dibuat menjadi banyak jenis makanan.
 
“Ini merupakan tantangan tersendiri, tahu kuning yang tidak mempunyai rasa, akan kami olah menjadi beberapa masakan yang menarik,” ujar chef Janet asal Jerman.
 
Sekadar diketahui Festival Tahu digelar dengan tujuan lebih mengenalkan lagi dan sebagai identitas jika Kota Kediri identik dengan Kota Tahu. 
 
“Masyarakat akan lebih mengenal Kota Kediri dan tak lupa oleh-oleh tahu kuningnya,” ujar Ketua PKK Kota Kediri Fery Silvana Feronica Abu Bakar.

Sumber : beritametro.co.id