logo.png

Kota Kediri Gelar Simulasi Kebakaran Lahan Hutan


BPBD Kota Kediri Gelar simulasi penangganan hutan dan lahan bersama masyarakat di Lapangan Kelurahan Pojok (foto: nanang)  BPBD Kota Kediri Gelar simulasi penangganan hutan dan lahan bersama masyarakat di Lapangan Kelurahan Pojok (foto: nanang)
 
KEDIRI | duta.co - Bertempat di Lapangan Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto, Selasa (30/8), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri menggelar apel dan simulasi atas kesiapan atas maraknya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah kota di Indonesia.

Dihadiri Wakil Walikota, Hj. Lilik Muhibbah, Kapolres Kediri Kota AKBP Wibowo .SIK, Dandim 0809 Letkol (Inf) Purnomosidi serta sejumlah pejabat terkait, kegiatan ini juga melibatkan seluruh komponen masyarakat.
 
Acara tersebut mengusung tema kepedulian warga yang tinggal di sekitar kawasan lahan dan hutan, khususnya di Lereng Gunung Wilis. Kepala BPBD Kota Kediri, Syamsul Bahri mengatakan  diperlukan wujud partisipasi warga untuk responsif dan aktif melaporkan jika terjadi kebakaran. “Bukan hanya kasus kebakaran, namun turut menjaga kelestarian hutan dan mengantisipasi agar tidak terjadi musibah diantaranya kebakaran lahan dan hutan,” jelas Syamsul Bahri.
 
Kegiatan simulasi, memeragakan sistim patroli yang digelar tiga pilar, terdiri kepolisian, TNI dan pemerintah kota diwakilkan kepala kelurahan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dan kegiatan positif selain mewujudkan keamanan dan ketertiban di lingkungan. 

“Kami mendukung program ini dan berharap di Kota Kediri mampu mengantisipasi bila terjadi musibah atau kejadian apapun yang dapat menganggu stabilitas kamtibmas serta kejadian lainnya di lingkungan,” jelas Kapolres Kediri Kota, AKBP Wibowo usai memantau langsung kegiatan simulasi.
 
Wakil Walikota yang akrab disebut Ning Lik, menyatakan ucapan terima kasih atas bentuk kepedulian warga kota dalam mewujudkan antisipasi atas segala kejadian dan musibah khususnya kebakaran hutan dan lahan. “Kegiatan ini juga bentuk wujud nyata menjaga kelestarian hutan dan lahan, menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dirawat untuk mengantisipasi segala bentuk kejadian dan musibah,” jelas Ning Lik.   
 
Pernyataan tegas disampaikan Dandim 0809, Letkol (Inf) Purnomosidi, bahwa keberadaan TNI harus manunggal bersama rakyat, bahwa kelestarian alam termasuk prioritas utama bagi anggota TNI untuk bertanggung jawab menjaga. “Kami telah perintahkan seluruh jajaran anggota TNI di Kodim 0809 untuk selalu melakukan patroli dan pengawasan, khususnya kepada Babinsa ditugaskan di masing - masing kelurahan. Agar tidak terjadi kejadian apapun di lingkungannya terutama kebakaran hutan dan lahan yang kini marak di sejumlah kota di Indonesia,” jelas Dandim 0809 Kediri.

Sumber : duta.co