logo.png

Tim Ponpes Daruttaibin Juara Liga Santri Region Jatim II


Tim Ponpes Daruttaibin marayakan menjadi juara di Liga Santri Nasional Piala Walikota Kediri di  Stadion Brawijaya (foto: nanang)Tim Ponpes Daruttaibin marayakan menjadi juara di Liga Santri Nasional Piala Walikota Kediri di Stadion Brawijaya (foto: nanang)
 
KEDIRI | duta.co - Bermain dengan tempo tinggi dan tak kenal lelah, akhirnya tim kesebelasan Pondok Pesantren (Ponpes) Daruttaibin Tulungagung berhak meraih Piala Walikota Kediri 2016 dan berhak mewakili Region Jatim II, dalam rangkaian Liga Santri Nasional (LSN) II bertempat di Stadion Brawijaya, Rabu (31/8). Wakil Walikota, Hj. Lilik Muhibbah menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, dan menginggatkan agar para santri tidak meninggalkan mencari ilmu agama.  
 
Rangkaian pertandingan sepak bola antar pondok pesantren digelar PBNU dan Kemenpora, dimana Kediri ditunjuk sebagai panitia penyelenggara Region Jatim II berakhir dengan kemenangan telak 3 – 0, kesebelasan Ponpes Daruttaibin atas Ponpes An Nur 2. Pertandingan tersaji dengan menjaga sportifitas dan menjunjung nilai - nilai agama sesuai dengan slogan, ‘Ayo Mondok Jago Bola Jago Ngaji’, mendapat perhatian khusus dari Ning Lik, sebutan Wakil Walikota Kediri yang juga Ketua Muslimat NU.
 
“Saya tidak menyangka para santri jago bermain bola, seharusnya slogannya jago ngaji baru jago bola,” canda Ning Lik sebelum penyerahan piala. Menurutnya, bahwa saatnya para santri dan pondok pesantren menunjukkan bukti nyata atas peran serta mengisi pembangunan di segala bidang.
 
Dihadapan sejumlah wartawan, Koordinator Region Jatim II, H. Abdul Muid Shohib menyatakan bahwa rangkaian kegiatan sejak babak 16 besar hingga final telah berjalan dengan lancar dan selanjutnya para juara region akan bertanding di tingkat nasional. 

“Secara kekompakan dan skill individu, tim Ponpes Daruttaibin memang layak untuk menjadi juara,” jelas Mbah Muid, merupakan pengasuh Ponpes Lirboyo.
 
Berdasarkan data pada inspektur pertandingan, bahwa Piala Walikota ini diikuti 17 peserta dari sejumlah pondok pesantren. Saat pertandingan digulirkan, terdapat satu tim mengundurkan diri dan satu tim tidak hadir saat bertanding. “Menggunakan sistem gugur dan pemenang juara I berhak mewakili Region Jatim II, serta bagi juara I, II dan III akan kembali bertanding pada Piala Gubernur Jatim, akan digelar Bulan Oktober di tempat ini juga,” jelas H. Melvien Zainul Asyiqien, ketua Panpel Region Jatim II.

Sumber : duta.co