logo.png

Ini Keuntungan Pemkot Kediri Setelah Kerja Sama dengan Universitas Brawijaya


Ini Keuntungan Pemkot Kediri Setelah Kerja Sama dengan Universitas Brawijaya
 
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
 
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar naik alat berat untuk memasang tiang pancang bangunan Kampus 3 Universitas Brawijaya di Kelurahan Mrican, Jumat (19/8/2016). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Kota Kediri sangat diuntungkan dengan hasil Memorandum of Understading (MoU) dengan Universitas Brawijaya (UB). Karena kehadiran UB di Kota Kediri bakal memajukan pendidikan dan perekonomian daerah.

"Kehadiran UB sangat membantu untuk mengangkat pendidikan dan perekonomian masyarakat Kota Kediri," ungkap Abdullah Abu Bakar, Wali Kota Kediri kepada wartawan, Senin (5/9/2016).

Hasil MoU Pemkot Kediri dengan UB telah melahirkan kesepakatan pembangunan Kampus 3 UB di Kota Kediri. Padahal UB telah menarik diri dari Kota Kediri karena tidak adanya kesepakatan dalam pembangunan kampus.

Menurut Abdullah Abu Bakar, hasil MoU tersebut sangat menguntungkan. Karena secara aset, tanah dan bangunan kampus tetap menjadi milik Kota Kediri.

Sehingga hasil MoU ini sangat berbeda dengan hasil pansus dewan sebelumnya dalam pengadaan tanah secara hibah kepada pihak UB.

"Tahap pertama Pemkot Kediri yang membangunkan gedung kampus senilai Rp 19 miliar. Tahun depan gedungnya sudah dapat dipakai kuliah mahasiswa," jelasnya.

Wali kota juga menepis tidak dilibatkannya dewan dalam pembahasan MoU dengan UB. Karena sesuai ketentuan memang tidak wajib melibatkan dewan untuk membahas kerja sama dengan pihak ketiga, selain itu secara aset tidak ada yang berkurang.

"Pembangunan kampus ini juga hasil konsultasi kami bersama UB ke Kemenristek Dikti. Apalagi sebelumnya pihaknya juga ditanya soal kelanjutan kerja sama dengan UB oleh dua fraksi di dewan," ungkapnya.

Wali kota mengaku harus melakukan lobi dan pendekatan lagi selama satu setengah tahun agar UB yang telah hengkang dapat kembali membuka perkuliahan di Kota Kediri.

"Hasilnya pihak UB tahun ini telah kembali lagi ke Kota Kediri," ungkapnya.

Pihak dewan sendiri kata walik ota telah menyetujui anggaran untuk pembangunan kampus pada 2016 sebesar Rp 19 miliar. Tahun depan juga dialokasikan lagi anggaran pembangunan kampus senilai Rp 17 miliar.

"Untuk anggaran kami telah melibatkan dewan. Sedangkan MoU menjadi kewenangan eksekutif untuk membahasnya," tambahnya.

Untuk kampus UB telah dialokasikan lahan 20 hektar. Sedangkan lahan 3 hektar lainnya akan menjadi sentra ekonomi yang disewakan kepada masyarakat sekitar kampus.

Kabag Hukum Pemkot Kediri Maria Korongara menyebutkan, sesuai dengan isi Permendagri No 19/2016 tentang Pengelolaan Pedoman Barang Milik Daerah, untuk pengelolaan aset daerah tidak perlu mendapat persetujuan dewan.


Sumber : suryamalang.tribunnews.com