logo.png

Pemkot Kediri Tuntas Pembangunan UB di Mrican


ANTARA News Jawa Timur

 Pemkot Kediri Tuntas Pembangunan UB di Mrican

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Kediri Apip Permana. (foto Asmaul Chusna)
 
"Di sekitarnya, pasti perekonomian akan bergerak, keuangan juga bergerak,"
 
Kediri (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, berupaya menuntaskan pembangunan Kampus III Universitas Brawijaya di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, karena hal itu menyangkut kepentingan publik.

"Kalau itu tuntas akan bisa meningkatkan perekonomian warga. Di sekitarnya, perekonomian pasti bergerak, keuangan juga," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Kediri Apip Permana di Kediri, Selasa.

Pihaknya mengungkapkan bergeraknya perekonomian itu ditopang dari adanya aktivitas di sekitar kampus, misalnya indekos, rumah makan, maupun perlengkapan keperluan dunia pendidikan lainnya.

Bangunan yang pertama dibangun adalah kampus induk untuk keperluan kegiatan belajar mengajar serta untuk sekretariat akademik.

Pihaknya juga mempertanyakan sikap anggota DPRD Kota Kediri yang terus mempertanyakan soal pembangunan kampus itu, baik status UB maupun ketidaktransparanan pihak pemerintah terkait pembangunan ini.

"Padahal, kami merujuk pada Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (PBMD) Nomor 19 Tahun 2016 bahwa selama pembangunan tersebut bersifat untuk kepentingan publik, maka pemerintah daerah tidak perlu mendapatkan izin dari anggota dewan," katanya.  

Selain itu, bangunan yang akan digunakan sebagai Kampus III UB di Kediri ini sifatnya adalah pinjam pakai. Nantinya, bangunan itu digunakan kegiatan proses belajar mengajar, namun masih tetap menjadi aset pemkot.

"Bangunan ini adalah aset milik pemkot, jadi ini adalah kewenangan eksekutif karena tidak melepas aset," tegasnya.

Pihaknya juga mengatakan masyarakat juga mendukung penuh pembangunan gedung tersebut. Bahkan, mereka berharap pembangunan segera diselesaikan, sehingga aktivitas belajar mengajar bisa secepatnya dilakukan.

Sesuai dengan perjanjian, untuk sementara akan berlangsung lima tahun dan selebihnya akan dievaluasi. Lokasi kampus tersebut berada di tanah bekas kas Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto seluas 23,7 hektare.

Dalam proses pembangunan ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp19 miliar dari APBD Kota Kediri. Nantinya, untuk perluasan fasilitas kampus, pihak kampus juga diizinkan untuk membangunan gedung di tempat ini.
 
Sementara itu, saat ini, kegiatan belajar mengajar mahasiswa UB di Kediri sudah dilakukan dan sementara berada di kantor BKD Kota Kediri. Terdapat sebanyak 323 mahasiswa baru yang sudah terdata kuliah di kampus III UB Kediri.

Sumber : antarajatim.com