logo.png

Wali Kota Ajak Pemuda Manfaatkan Internet untuk Usaha


ANTARA News Jawa Timur

Wali Kota Ajak Pemuda Manfaatkan Internet untuk Usaha

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam seminar peluang bisnis di aula Kantor Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (6/9). (foto Asmaul Chusna)
 
"Terkadang masyarakat terhadap teknologi telat, tapi untuk anak-anak (pemuda) tidak semua. Kami jaring yang belum ketahui, agar mereka kenal dan jika kenal bisa memanfaatkan dalam hal positif,"
 
Kediri (Antara Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengajak para pemuda memanfaatkan dalam jaringan (daring) untuk memaksimalkan potensi diri dan menciptakan peluang usaha di antaranya dengan berjualan.
     
"Terkadang masyarakat terhadap teknologi telat, tapi untuk anak-anak (pemuda) tidak semua. Kami jaring yang belum ketahui, agar mereka kenal dan jika kenal bisa memanfaatkan dalam hal positif," katanya ditemui dalam kegiatan seminar peluang bisnis di aula Kantor Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa.
     
Ia mengatakan banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi ini. Mereka biasanya hanya untuk lihat jejaring sosial maupun menonton YouTube. 
     
Namun, lanjut dia, dengan kecanggihan teknologi pun bisa menciptakan peluang untuk menambah penghasilan, salah satunya berjualan. Banyak pengusaha yang memanfaatkan daring untuk usaha, misalnya berjualan sambel pecel, keripik, maupun produk lainnya.
     
Ia berharap para pemuda bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi ini. Adanya peluang ini juga berdampak positif, sebab bisa mengurangi jumlah pengangguran terbuka di kota ini.
    
Di Kediri, jumlah pengangguran terbuka di Kota Kediri masih cukup besar. Pada 2014, terdapat 10,16 persen dari jumlah penduduk dan berkurang pada 2015 menjadi 8,79 persen atau sekitar 11 ribu orang. 
     
"Pengangguran terbuka angkanya masih tinggi. Kami harapkan mereka yang tinggal di Kediri juga mempunyai pekerjaan," harapnya.
     
Selain itu, Wali Kota pun juga mengatakan pemerintah memperhatikan kebutuhan warga untuk usaha, dengan memberikan kredit lunak. Total anggaran yang disiapkan ada sekitar Rp9 miliar yang dibagi di dua bank yaitu Bank Jatim serta BPR Kota Kediri.
     
Ia pun optimistis dengan beragam kegiatan untuk menciptakan peluang kerja, bisa menjadikan roda perekonomian warga di Kediri menjadi lebih lancar. Saat ini, jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Kediri, semakin meningkat setiap tahunnya, dimana pada 2014 terdata sekitar 26.000 usaha, naik pada 2015 menjadi sekitar 31.000 usaha.
     
Kegiatan seminar itu diikuti ratusan pemuda dari Kota Kediri. Mereka juga diajari memanfaatkan daring untuk menciptakan peluang usaha serta cara mengoperasikannya.

Sumber : antarajatim.com