logo.png

Kopi Tahu Mas Abu Bersama Warga Ngletih


Acara Kopi Tahu bersama Mas Abu di Wilayah Kelurahan Ngletih Kecamatan Pesantren (foto: nanang)  Acara Kopi Tahu bersama Mas Abu di Wilayah Kelurahan Ngletih Kecamatan Pesantren (foto: nanang)
 
SOSOK Walikota Kediri Abdulah Abu Bakar atau Mas Abu ternyata cukup akrab di kalangan Warga Kelurahan Ngletih. Saat hadir di acara Bincang Ringan Kopi Tahu, begitu turun dari motor matic, warga yang hadir bergegas menyambut berjabat tangan dengan orang nomor satu di Kota Kediri. 

Program yang digagas Walikota Kediri dengan harapan mengetahui permasalahan di setiap kelurahan dan segera ditemukan solusi demi menyukseskan pembangunan, terlihat gayeng saat digelar di halaman rumah Nasrun, warga RT. 01 RW. 02 Kelurahan Ngletih Kecamatan Pesantren, Selasa (6/9)  ysng dimulai pukul 19.30 WIB itu .
 
Puluhan warga perwakilan dari masing - masing RT terlihat duduk berkumpul, saat acara Bincang Ringan Kopi Tahu diawali dengan sambutan Mas Abu. Keberadaan sejumlah program yang digagas pemerintah kota, mulai dari Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas), santunan kematian bagi warga tidak mampu sebesar Rp.2 juta hingga pelayanan pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan, tidak luput dari perhatian Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar.
 
“Harapan kami, dengan wujud kekompakan dan kebersamaan melalui Prodamas dan program - program lain yang digagas pemerintah kota, mampu mengangkat kehidupan perekonomian di sini. Secara tidak langsung bentuk partisipasi nyata warga sini dalam menyukseskan pembangunan yang merata,” kata Mas Abu dihadapan warga Ngletih.
 
Sejumlah pertanyaan dan harapan warga pun tersampaikan dalam forum silahturahim tersebut dengan suguhan utama kopi dan makanan ringan tahu. Mulai dari permasalahan sarana jalan untuk akses pertanian, hingga ketersedian air untuk area persawahan, disampaikan langsung warga kepada Walikota Kediri. 

“Rupanya warga Ngletih cukup kritis ya dan sangat memahami kebutuhan. Makanya dengan pertemuan ini, mari kita diskusikan, kita carikan solusi, mohon pak lurah dan pak camat untuk mencatat dan segera dilakukan rembug dengan warga,” jelas Mas Abu.
 
Termasuk usulan dari Ketua LPMK Ngletih, Ilham yang berharap dukungan pemerintah kota untuk menggelar program sosial berupa santuan anak yatim.

“Pak Wali, warga kami banyak yang kehidupan sosialnya kurang terutama anak yatim. Kami berharap pemerintah kota turut membantu dan memikirkan nasib anak - anak di sini,” kata Ilham. 

Mendengar kata anak yatim, Mas Abu pun mengaku merasakan langsung dibesarkan hanya oleh seorang ibu. “Saya juga anak yatim, Mas Ilham. Tapi yang jelas usulan dari panjenengan, saya catat dan saya butuh data berapa anak yatim di wilayah sini, segera kami kirimkan bantuan buat mereka terutama untuk kebutuhan pendidikan,” jelas Mas Abu.
 
Acara pun tanpa terasa berakhir hingga pukul 23.00 WIB dan menjelang mengakhiri acara, Walikota Kediri berharap bahwa segala bentuk pembangunan untuk selalu didukung. “Suksesnya pembangunan di sini, atas partisipasi dan doa restu, bapak ibu. Bila nama kemudian wilayah ini menjadi maju, yang bangga dan namanya baik bukan walikota, camat atau lurahnya. Tapi ya warga yang tinggal di sini,” imbuh Mas Abu. 

Sumber : duta.co