logo.png

Wali Kota Ikut Menyisir Warga Sakit


ANTARA News Jawa Timur

  Wali Kota Ikut Menyisir Warga Sakit
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar berbincang dengan perangkat terkait warga sakit di Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (17/9). (foto Asmaul Chusna)
 
 "Ini tadi saya cek, saya lihat sakitnya apa dan ternyata masih bisa diobati," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar ikut menyisir warga miskin yang sakit namun  belum mendapatkan perawatan untuk  dibawa ke rumah sakit.
 
"Ini tadi saya cek, saya lihat sakitnya apa dan ternyata masih bisa diobati," kata Wali Kota Abdullah Abu Bakar saat meninjau rumah Supriyanto (56), warga Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu.
 
Wali Kota sengaja mendatangi rumah Supriyanto. Ia selama ini sakit, tapi belum mendapatkan parawatan yang baik. Ia lebih banyak mengonsumsi obat herbal, sehingga Wali Kota meminta agar yang bersangkutan segera dibawa ke rumah sakit.
 
Ia juga sempat menanyakan soal kartu jaminan kesehatan, dan keluarga sudah mempunyai. Untuk itu, ia meminta agar dokter terkait segera mengurus berbagai kelengkapan adminitrasi, sehingga bisa membawa pasien yang juga warga miskin itu dirawat di RSUD Gambiran, Kota Kediri.
 
Selain di rumah Supriyanto, Wali Kota yang menghadiri kegiatan pengobatan gratis itu juga berkunjung ke rumah Mursi (50). Lokasi rumah Mursi tidak jauh dari rumah Supriyanto. Kondisinya lebih memprihatinkan, sebab sudah tidak dapat menggerakkan anggota badannya.
 
Ia menderita sakit stroke yang sudah berlangsung cukup lama. Petugas medis juga membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih baik. Beragam surat juga sudah ada, sehingga lebih memudahkan proses administrasi.
 
Wali Kota mengakui, tingkat kesadaran warga, terutama orangtua untuk datang ke puskesmas masih belum maksimal. Mereka sakit tapi ditahan, sehingga bisa menyebabkan sakitnya menjadi lebih parah.
 
"Saya lihat orang sepuh kesadaran ke puskesmas rendah, jadi ditahan saja. Jadi, saya dengan tim rsud gambiran juga menyisir masyarakat dibantu, lalu bisa melayani dan mudah-mudahan ini membantu mendekatkan pelayanan rumah sakit," ujarnya. 
 
Sementara itu, Direktur RSUD Fauzan Adima mengemukakan pasien yang sempat dikunjungi Wali Kota Kediri itu sakitnya cukup parah. Untuk itu, mereka langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
 
"Stroke itu juga berat, karena lumpuh kaki dan tangannya, hanya berbaring saja tidak bisa apa-apa. Kami tadi langsung rujuk ke gambiran," katanya.
 
Ia mengatakan, untuk warga miskin pemegang BPJS kesehatan maupun jaminan kesehatan daerah tidak perlu memikirkan biaya rumah sakit, sebab bisa memanfaatkan kartu. Dengan kartu itu, warga miskin yang berobat bisa mendapatkan rujukan, sehingga bisa dirawat di rumah sakit. 
 
Ia pun mengakui, di daerah itu informasinya ada tujuh warga miskin yang sakitnya cukup parah, dan saat ini masih dua yang diproses. Untuk lainnya, nantinya akan menerjunkan tim dokter dan memrosesnya.
 
Ia pun meminta warga juga terlibat aktif, jika ada tetangganya yang sakit tidak segan menghubungi RSUD Gambiran, Kediri. Saat ini, RS sudah memiliki fasilitas "home care", yaitu ambulans yang bisa sewaktu-waktu dihubungi. Fasilitas ini khusus untuk warga miskin yang diberikan secara gratis.

Sumber : antarajatim.com