logo.png

Pemuda Kota Kediri Bentuk Ketawa Bareng Mas Abu


Suasana acara perdana Ketemu Santai Bareng Walikota (Ketawa) bertempat di Balai Kota Kediri (foto: nanang)Suasana acara perdana Ketemu Santai Bareng Walikota (Ketawa) bertempat di Balai Kota Kediri (foto: nanang)
 
KEDIRI | duta.co - Berawal dari gagasan sekelompok pemuda yang ingin berkarya untuk menunjukkan jati diri, kemudian diwadahi dalam forum Harmoni Kediri Brand Community (HKBC), mendapat respon baik dari Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar. 

Acara Ketawa, kepanjangan dari Ketemu Santai Bareng Walikota, secara perdana digelar di Balai Kota Kediri. Terlihat puluhan pemuda dari beragam komunitas, hobby hingga pelajar terlihat lesehan bersama orang nomor satu di Kota Kediri, Sabtu (17/9) dengan harapan program ini digagas pemuda dan bermanfaat untuk para pemuda semuanya.   
 
Dalam kata sambutannya, Mas Abu, sebutan Walikota Kediri melihat banyak potensi dari anak muda di Kota Kediri, yang bisa ditampung dan bersinergi dengan program pemerintah kota. 

“Kami sering berdiskusi, hingga akhirnya muncul beragam ide hingga akhirnya terbentuk Forum Ketawa,” jelas Mas Abu ditemui usai acara. 



Antusias anak - anak muda terlihat dari beragam ide yang disampaikan dan Mas Abu kemudian menyarankan agar gagasan tersebut diwujudkan tertulis untuk dijadikan masukan bagi pemerintah kota.
 
Dijelaskan Mas Abu, bahwa keberadaan forum ini, berawal dari komunitas HKBC telah sukses membantu launching Harmoni Kota Kediri The Service City, kini memiliki gagasan menggali kreatifitas dan inovasi sekaligus gotong-royong pemuda-pemudi untuk partisipasi aktif dalam pembangunan. 

“Sejumlah acara Kediri Night Ride (KNR) kini diikuti sekitar 3.000 pesepeda digelar setiap Sabtu pada minggu terakhir, berdirinya kebun bunga, hingga muncul CFD di Jalan Dhoho, tidak lepas dari obrolan kecil kemudian diskusi dan terwujudnya sejumlah acara,” imbuhnya.   
 
Beragam masukkan bermunculan diantaranya terkait fasiltas Taman Kota diperlukan penerangan yang cukup hingga disediakan ruang olahraga dan panggung mini, menjadikan catatan tersendiri bagi walikota.

“Ada ide, pada Sumpah Pemuda digelar ekspo dan acara lari 28 Km, diharapkan ini menjadi wadah komunikasi dua arah, antara pemerintah dengan warga yang diwakilkan pemuda,” jelas Walikota Kediri.
 
Mengacu kebutuhan pemuda sekarang, selain ditunjang tekhnologi yang canggih dan mampu menciptakan beragam produk kreatif, Walikota Kediri melihat, bahwa perlu satu wadah bagi anak muda untuk membentuk komunitas sebagai ruang membuka informasi dengan tidak meninggalkan silahturahim. 

“Saya menaruh harapan, bahwa pemuda Kediri harus keren dan bangga menciptakan karya untuk kota tercinta. Jangan menghabiskan waktu untuk kegiatan tidak berguna, mari bersatu dalam Komunitas Ketawa ini,” kata Walikota Kediri dihadapan sejumlah wartawan.

Sumber : duta.co