logo.png

PAK Rp 4 Miliar untuk RSUD Kediri


Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran, Kota Kediri, Jawa Timur.(pusatpengobatan.com)

 

KEDIRI, NETRALNEWS.COM - Dana tambahan Perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2016 sebesar Rp4 miliar akan dikucurkan untuk manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran, Kota Kediri, Jawa Timur.

"Kami menambah pendapatan Rp4 miliar, dan nantinya akan kami belanjakan sesuai dengan pengajuan sebesar Rp4 miliar itu," kata Direktur RSUD Gambiran Kediri Fauzan Adima di Kediri, Senin (19/9/2016).

Ia mengatakan uang itu dimanfaatkan untuk operasional rumah sakit, misalnya membeli obat-obatan, barang habis pakai, serta sejumlah alat-alat kesehatan lainnya.

Ia menjelaskan kebutuhan obat di rumah sakit cukup besar. Namun, dengan adanya tambahan angaran dana tersebut bisa menutup kebutuhan operasional rumah sakit.

Selain dari APBD Kota Kediri, RSUD Gambiran Kota Kediri juga mendapatkan tambahan pemasukan dari dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT) 2016 sekitar Rp63,48 miliar. Dana itu bisa dimanfaatkan untuk berbagai program penanganan dampak rokok.

Fauzan juga mengatakan selama ini operasional di rumah sakit cukup lancar, termasuk dana klaim dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Konflik antara DPRD serta Pemkot Kediri yang berimbas pada keterbatasan anggaran pada 2015, kini juga sudah tidak berlanjut di 2016. Setiap bulan, rata-rata RSUD Gambiran mendapatkan dana sekitar Rp6 milir-Rp7 miliar.

"Untuk BPJS maksimal tanggal 15 selalu pencairan. Rata-rata pencairannya sekitar Rp6 miliar-Rp7 miliar per bulan dan alhamdulillah tidak pernah telat," ujarnya.

RSUD Gambiran juga selalu berbenah, mengingat masyarakat antre berobat. Setiap hari, ada sekitar 500 pasien yang rawat jalan dengan berbagai macam penyakit.

Sebagai upaya menekan semakin tingginya antrean orang yang berobat rawat jalan, RSUD Gambiran Kediri juga melakukan bakti sosial pengobatan gratis. Rumah sakit "jemput bola", sehingga masyarakat tidak terlalu jauh untuk berobat.

Untuk tempat rawat inap juga masih terbatas, di mana kapasitas tempat tidur hanya 280 tempat.

Ia berharap, pembangunann RSUD Gambiran II bisa secepatnya direalisasikan, sebab kapasitas juga lebih baik, yakni mencapai 500 tempat tidur.

"Kami ingin dekatkan pelayanan ke masyarakat. Yang rawat jalan (di RSUD Gambiran Kediri, red.) sehari bisa sampai 500 orang, jadi antrean berjam-jam. Dengan mendekatkan pelayanan, tentunya antrean bisa dikurangi," kata Fauzan.


Sumber : netralnews.com