logo.png

Ramai-ramai Berbahasa Inggris saat Kongkow di Pos Kamling dan Warkop Kediri


DetikNews

Ramai-ramai Berbahasa Inggris saat Kongkow di Pos Kamling dan Warkop KediriFoto: Andhika Dwi/detikcom

Kediri - Di Kota Kediri, ada program E-MAS. Kepanjangan dari English Massive. Anggota komunitas dan warga 'wajib' menggunakan bahasa Inggris di banyak spot. Harapannya, mereka terlatih dan siap berhubungan dengan orang asing dalam rangka Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Tentu saja, tak setiap hari anggota komunitas E-MAS dan warga berbahasa Inggris. Hanya pada hari Senin dan Minggu. 

Seperti terlihat di kedai kopi G dan R di Jl Untung Suropati, Kelurahan Setono Gedong, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Senin (19/9) malam. Sebanyak 20 orang, dari anak muda hingga orang tua, berkumpul. Mereka menyantap pisang goreng, singkong, dan menyeruput kopi sambil casciscus berbahasa Inggris.

 

Foto: Andhika Dwi/detikcom
Foto: Andhika Dwi/detikcom


Di bagian lain, seorang pengunjung memesan menu ke penjual. "Can I get some black coffee and noodles for me and my friend?" kata pemuda yang kemudian diketahui bernama Afif ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto mengatakan, pemkot menyediakan 44 tutor (pelatih) dan belasan native speaker (penutur asli) untuk mengembangkan bahasa Inggris di 46 kelurahan dan spot-spot keramaian. Program ini dimulai sejak Maret 2016.

"Ada 78 spot (berbahasa Inggris), mulai dari tukang becak, pedagang pasar, pos kamling (keamanan lingkungan), hingga kedai kopi," kata Siswanto.

"Ini untuk semua kalangan di seluruh wilayah Kota Kediri," tambah Siswanto. 

 

Foto: Andhika Dwi/detikcom
Foto: Andhika Dwi/detikcom


Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menjelaskan, program E-MAS merupakan terobosan Pemkot dalam menghadapi MEA. "Dengan E-MAS saya berharap bisa membuat warga Kota Kediri siap dalam menghadapi MEA, jangan karena kita tidak bisa berbahasa Inggris terus kita dijadikan konsumen di daerah sendiri," kata pria yang akrab disapa Mas Abu ini.

"Selain itu, semoga program ini dapat meningkatkan daya saing warga Kota Kediri, terutama pengetahuan dalam bahasa asing," tambah Mas Abu.

 

Foto: Andhika Dwi/detikcom
Foto: Andhika Dwi/detikcom
 

Sumber : detik.com