logo.png

Satpol PP Jaring Empat Pasangan Mesum di Bawah Umur


 

Satpol PP Jaring Empat Pasangan Mesum di Bawah Umur
 
Setugas Satpol PP beri pembinaan empat pasangan mesum

Kediri (beritajatim.com) - Mengantisipasi pergaulan bebas dan tidak asusila terhadap anak, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri menggelar razia di warung remang-remang. Hasilnya, petugas berhasil menjaring empat pasangan remaja yang tengah berbuat mesum, dan ironisnya masih anak dibawah umur.

Keempat pasangan remaja yang terjaring razia ini langsung menjalani pendataan di Pos Keamanan Satpol PP di kawasaan Gelanggang Olahraga (GOR) Jayabaya. Mereka baru saja diciduk dari kawasan warung remanang remang bukit lebak tumpang dan jalanan sepi pinggir perkotan.

Saat terjaring, para remaja putri yang umumnya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas  (SMA) ini tengah berbuat mesum dengan pasangannya. Bahkan, ada diantara mereka yang nekat mengaku memiliki hubungan saudara, namun mojok di tempat gelap dan sepi.

Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Trantib) Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid mengatakan, razia digelar dalam upaya mengantisipasi pergaulan bebas dan tindak asusila terhadap anak. Mengingat, kasus kejahatan seksual terhadap anak semakin mengkhawatirkan dan Kediri mengambil posisi sebagai kota ramah anak.

“Hasil dari razia ini sungguh mencengangkan. Mereka yang berhasil kita amankan umumnnya masih anak sekolah,” ujar Nur Khamid, Selasa (20/9/2016).

Sementara salah seorang remaja dari Kabupaten Kediri yang terjaring mengaku, diajak pasangannya untuk mencari makan di Kota Kediri. Dia tidak tahu jika akhirnya diajak berduaan di tempat gelap hingga akhirnya tertangkap petugas.

Dari keempat pasangan ini, umum berasal dari daerah pinggiran di Kabupaten Kediri. Mereka mengaku, jarang pergi ke Kota Kediri sehingga merasa senang ketika diajak main ke Kota Kediri. 

Sementara itu , usai menjalani pendataan, para remaja bau kencur ini, kemudian mendapatkan pembinaan dari petugas. Mereka juga diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, sebelum akhirnya dilepas dengan dijemput orang tuanya. Sementara bagi remaja yang tidak dijemput keluarganya, diantar pulang oleh petugas. 

Selasa, 20 September 2016


Sumber : beritajatim.com