logo.png

Program e-Warong Diresmikan di Kediri


DetikNews

Program e-Warong Diresmikan di KediriFoto: Andhika Dwi

Kediri - Program e-Warong Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (KUBE-PKH) digelar di Kelurahan Banjaran, Lirboyo, Ngronggo dan Pesantren. Ini merupakan program Kementerian Sosial menggandeng BNI dan Pemkot Kediri. e-Warong merupakan transaksi masyarakat untuk membeli barang barang kebutuhan pokok dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Peluncuran e-Warong yang diprioritaskan untuk Program Keluarga Harapan itu digelar di Kelurahan Banjaran Kota Kediri. Dengan ditandai penyerahan bantuan rehab rumah layak huni dengan anggaran @Rp 10 juta dan modal usaha sebesar Rp 20 juta.

e-Warong KUBE PKH yang dinaungi oleh Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera (KMIS) dan dukungan aplikasi layanan Bank BNI.

Mensos Khofifah Indar Parawangsa yang datang mengaku jika program ini salah satu keunggulan utama Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) adalah terdapat dua sistem yang tertanam di dalamnya.

Yakni, tertanam sistem Saving Account sekaligus sebagai e-Wallet. Dengan fungsi tersebut, penerima manfaat bantuan sosial dapat membelanjakan dana bantuan sosial atau subsidi untuk pembelian bahan kebutuhan pokok, atau menarik dana bantuan sosial secara tunai," kata Khofifah kepada wartawan, Jumat (23/9/2016).

"Apabila ada sisa dana di dalam tabungan, akan kami berlakukan seperti tabungan lain di BNI, sehingga tetap mendapatkan bunga. Seluruh e-Warong KUBE PKH adalah Agen46 yang kami lengkapi dengan aplikasi minimarket yang terintegrasi, sehingga akan memudahkan proses penjualan dan pemesanan barang," jelas Senior Executive Vice President (SEVP) BNI Dadang Setiabudi.

Sementara WaliKotaKediriAbdullah Abu Bakar menyambut baik kehadiran e-Warung. SebabmendukungbrandKotaKedirisebagaitheservicecity yang memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat maupun pendatang.

e-warong
e-warong

"Program e-Warong ini mendorong masyarakat kurang mampu untuk melakukan aktivitas ekonomi. Ini selaras dengan program Pemkot Kediri. Melalui Prodamas 20% dana 50 juta per RT per tahun masyarakat dirangsang untuk wirausaha. Mereka membentuk kelompok usaha seperti laundry, kue kering, foto kopi," kata Mas Abu, panggilan akrabnya.

Sedangkan seorang warga, Ny Luluk mengaku sangat senang dengan adanya e-Warong. Ibu empat anak warga Banjaran Gg 2 Kecamatan Kota Kediri, ini mengaku program ini sangat mudah dan tidak repot untuk berbelanja. 

"Enak mas, tidak perlu membawa uang, cukup kartu dan lebih murah mas selisih harga barang antara pasar dan e-Warong, lebih murah e-Warong,".urai Luluk. 


Sumber : detik.com