logo.png

Dinkes Kediri Periksa Pasien TB Juga Periksa HIV/AIDS


ANTARA News Jawa Timur

 
 "Penanganan setiap pasien TB sekarang wajib periksa HIV. Saat ini, penanganan penyakit ini menjadi satu dengan program kolaborasi penanganan antara TB-HIV," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Dinas Kesehatan Kota Kediri, Jawa Timur, menekankan agar pasien yang menderita Tuberkulosis (TB) juga diperiksa apakah menderita "Human immunodeficiency virus" (HIV)/ "Acquired immunodeficiency syndrome" (AIDS) atau tidak.
     
"Penanganan setiap pasien TB sekarang wajib periksa HIV. Saat ini, penanganan penyakit ini menjadi satu dengan program kolaborasi penanganan antara TB-HIV," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinas Kesehatan Kota Kediri Rizal Amin di Kediri, Minggu.
     
Ia mengatakan keputusan adanya kolaborasi untuk penanganan TB-HIV itu dilakukan, sebab kebanyakan pasien yang meninggal bukan karena HIV/AIDS, melainkan TB.
    
"Daya tahan tubuh jika terkena HIV ini menjadi rendah, jadi ini digalakkan di pusat, dan di Kediri. Pasien HIV kan belum ada obatnya, sedangkan TB sudah ada, jadi pemberian obat pun ada syaratnya," ujarnya.
     
Pihaknya mengatakan, jumlah temuan kasus penderita TB-HIV di Kediri mencapai 21 orang, namun hingga kini masih sembilan yang sudah masuk di Dinas Kesehatan Kota Kediri.
     
Saat ini dinas kesehatan terus koordinasi untuk berhasil menemukan serta melakukan pemeriksaan pada seluruh pasien yang diketahui positif menderita TB-HIV tersebut. Kesehatan mereka akan dipantau.
     
Menurut dia, pelayanan kesehatan pada pasien yang menderita TB-HIV harus dilakukan secara khusus. Obat untuk pasien penderita HIV/AIDS selama ini belum ditemukan, sementara untuk TB sudah ada. Dengan kondisi tersebut, untuk pemberian obat pun juga harus dilakukan secara khusus.  
     
Selain pemberian obat secara khusus, tim medis yang merawat pasien penderita TB-HIV juga diberi pelatihan khusus, agar siap dan tanggap dalam pelayanan medisnya.
     
Pemberian obat memastikan jika pasien tersebut kondisinya bagus dan angka virusnya rendah. Dengan obat tersebut, daya tahan tubuh pasien diharapkan bisa menjadi lebih baik dan bisa menyembuhkan penyakit TB yang dideritanya. 
     
"Obat (untuk penyakit TB-HIV) harus bisa bersinergi dan ada caranya itu. Yang jelas penanganan lebih rumit, termasuk di rumah sakit pun ada perpaduan dokter penyakit dalam dan paru," jelasnya. 
     
Pihaknya juga mengatakan, seluruh layanan medis di Kota Kediri dilengkapi dengan berbagai pelayanan, termasuk menemukan dan menangani pasien penderita TB-HIV. Ia berharap dengan penanganan tersebut, tim medis bisa memberikan yang terbaik pada penderita.

Sumber : antarajatim.com