logo.png

Arus Tutup Total Imbas Proyek Jembatan Bandar Lor


Pembangunan jembatan di Jalan Wahid Hasyim menutup total arus lalu lintas (foto: nanang)    Pembangunan jembatan di Jalan Wahid Hasyim menutup total arus lalu lintas (foto: nanang)
 
 KEDIRI | duta.co | Pembangunan jembatan di Jalan KH Wahid Hasyim Kelurahan Bandar Lor mendapat kritik dari sejumlah pihak, selain menutup total arus lalu lintas, pihak pemborong dianggap tidak memperhatikan dampak dari pasien yang harus mendapat penangganan medis di RSUD Gambiran. 

Terlihat mobil ambulance dan mobil Unit Kecelakaan Polres Kediri terpaksa balik arah dan mencari jalan alternatif. Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri, Reza Darmawan mengaku kaget saat dikonfirmasi atas dampak dari proyek ini.
 
Keberadaan jembatan merupakan akses utama menuju rumah sakit rujukan milik Pemerintah Kota Kediri, dalam beberapa hari ini mengalami perbaikan. Sejumlah warga mengeluhkan, lambannya pihak pemborong dalam menggerjakan proyek tersebut. Tidak terpasangnya rambu-rambu pengamanan dan sisa material tidak segera dibersihkan mendapat kritikan sejumlah pihak.
 
“Setahu saya, jembatan tersebut kondisinya baik. Entah apa tujuan pemkot, kok tiba-tiba diperbaiki terus semua arus dialihkan. Kasihan pasien yang butuh penangganan medis, akhirnya mobil ambulans harus berputar dan mencari jalur alternatif,” jelas KH Muzer Zaidib, politikus senior di Kota Kediri. 

Terkait protes tersebut, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menyatakan bahwa proyek tersebut sudah diperhitungkan dan sebagian telah dibersihkan sisa material. Bahkan Mas Abu, sebutan Walikota Kediri, melihat sejumlah proyek telah terpasang rambu-rambu pengaman jalan.
 
“Lebih baik diperbaiki got-nya. Sebagian sisa material telah dibersihkan dan sudah saya ingatkan untuk memasang rambu – rambu pengaman jalan. Saya berharap bagi pengguna jalan untuk lebih berhati-hati dalam berkendaraan,” jelas Walikota Kediri, ditemui usai Sidang Paripurna di Gedung DPRD Kota Kediri.
 
Seiring pergantian tahun, proyek perbaikan saluran drainase serentak di sejumlah titik. Tumpukan material hingga memakan separo bahu jalan, menjadi kendala tersendiri bagi pengguna jalan. Pihak pemborong dianggap lamban dalam menyelesaikan pekerjaan bersumberkan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) Propinsi Jawa Timur. 

Sumber : duta.co