logo.png

E-Mas Jadi Program Pemerintah Kota Kediri yang Paling Diminati Warga


DetikNews

E-Mas Jadi Program Pemerintah Kota Kediri yang Paling Diminati WargaFoto: adv

Jakarta -

Tahun 2016 ini akan dilakukan penyatuan ekonomi di kawasan ASEAN,terutama di 7 negara anggota ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand, dan Myanmar. Penyatuan ekonomi di kawasan ASEAN akan direalisasikan melalui Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Walaupun MEA merupakan penyatuan ekonomi di kawasan ASEAN, tetapi dampaknya cukup luas di berbagai bidang. Mulai dari bidang sosial, politik, budaya, dan bahasa.

Penggunaan bahasa dalam komunikasi antar negara ASEAN menjadi salah satu faktor yang berpengaruh cukup besar. Bahasa Inggris merupakan bahasa yang banyak digunakan di berbagai kegiatan internasional, termasuk juga dalam kegiatan di ASEAN. Hal itu dikarenakan, bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang paling luas pemakaiannya, termasuk di kawasan Asean.

Sejalan dengan hal itu, Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, SE meluncurkan program belajar Bahasa Inggris gratis English-Massive (E-Mas). Tujuannya, untuk mempersiapkan diri dalam menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Tentu saja ide tersebut disambut dengan gembira oleh warga Kota Kediri.

Warga Kediri harus semangat belajar bahasa Inggris, khususnya mereka yang bekerja di bidang perdagangan serta industri kreatif. Dengan begitu,mereka tidak hanya menjadi konsumen di era MEA, namun juga mampu bersaing baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sambutan luar biasa dari warga Kediri tampak dari target jumlah spot. Satu tahun belakangan jumlah spot-nya hanya berjumlah 42 saja. Kini jumlahspot yang aktif sudah mencapai 78 spot, bahkan puluhan spot masih menunggu untuk segera bisa aktif. Saat ini, jumlah partisipan sudah mencapai 2313. Sebelumnya warga Kota Kediri juga sudah mendapatkan kursus bahasa Inggris gratis dari Tutor terpilih yang telah dibina secara khusus oleh Dinas Pendidikan Kota Kediri.

Konsep belajar bahasa Inggris gratis dari program English-Massivemerupakan wujud dari gagasan salah satu pahlawan nasional Ki Hajar Dewantara. Bapak Pendidikan Nasional yang dikenal sebagai pendiri Taman Siswa ini mengajarkan "Konsep Tringa", yaitu ngerti (mengetahui), ngrasa (memahami), dan nglakoni (melakukan). Makna dari konsep ituadalah tujuan belajar pada dasarnya meningkatkan pengetahuan anak didik tentang apa yang dipelajari, mengasah rasa untuk meningkatkan pemahaman tentang apa yang diketahuinya, serta meningkatkan kemampuan untuk melaksanakan apa yang dipelajari.

Ibu-ibu di Kelurahan Blabak, Kota Kediri, mengisi waktu luang dengan belajar bahasa inggris

E-Mas tidak memiliki batasan tempat dan waktu. Seluruh usia partisipan bisa mendapatkan pengajaran bahasa Inggris gratis. Para partisipan hanya perlu mengetahui, memahami, dan melakukan apa yang diajarkan oleh para Tutor. Tidak ada ujian atau syarat tertentu untuk bisa bergabung.

Pasalnya, E-Mas mengedepankan ilmu yang diberikan oleh para Tutor dan apa saja yang bisa diterima oleh para partisipan. Oleh sebab itu, E-Mas menjadi program unggulan Pemerintah Kota Kediri dari warga, untuk warga,dan oleh warga Kota Kediri sendiri.

Tempat bisa di mana saja, bahkan dibawah pohon sekalipun, masyarakatbebas untuk menentukan. Terutama dari segi usia. Tidak ada batasan dari segi usia, siapa saja bisa mengikuti program istimewa ini. Dari seluruh partisipan yang sudah bergabung saat ini, paling mudah adalah murid usia TK, kemudian ada juga karang taruna dan ibu-ibu rumah tangga.

Tempat belajar English Massive tidak harus menyediakan ruang khusus, dapat memanfaatkan lingkungan sekitar, seperti yang dilakukan anak-anak di Kelurahan Tosaren.

Kini, E-Massive effect (sebutan untuk masyarakat yanterkena efek English Massive) telah memberikan pengaruh terhadap setiap lini. KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Kota Kediri merupakan salah satu pihak yang tertarik untuk memberikan apresiasi terhadap program E-Mas. KNPI membantu Dinas dan Pemkot Kediri menyelenggarakan lomba yang bertajuk English Contest for English Massive. Lomba tersebut diadakan pada bulan Juli 2016 lalu.

KNPI berhasil menghelat "English Contest for English Massive" yang sukses menginggriskan Taman Wisata Goa Selomangleng Kediri. Hal itu dilakukan KNPI dengan bersinergi bersama PEMKOT Kediri dan Dinas Pendidikan Kota Kediri. Masyarakat Kota Kediri terlihat antusias dalam mengikuti perhelatan tersebut. Hal itu terlihat dari banyaknya jumlah tim yang berpartisipasi. Totalnya berjumlah 120 tim yang terbagi dari 3 kelompok usia. Persiapan yang mereka lakukan juga terlihat sangat matang dengan adanya properti-properti kreatif sebagai pelengkap performancediatas panggung.

Menariknya, English-Massive juga menggaung sampai ke luar negeri.Claudia Natasha, gadis berusia 18 tahun alumni siswi SMADA Kedirimemutuskan untuk pindah ke United States saat kelas XI. Claudia yang sedang mengambil study jurusan Bio-Chemistry di University of Washington ini pun pulang ke Indonesia. Tujuannya untuk menjadi volunteer di program E-Mas. Claudia mengungkapkan bahwa E-Mas merupakan program yang sangat bagus dan harus didukung. Mahasiswi yang aktif di kegiatan sosial di US ini juga berpendapat jikaMEA memang harus disikapi sedini mungkin, salah satunya dengan pengayaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris.

Claudia Natasha, mahasiswa University of Washington, ikut berpartisipasi dalam English Massive untuk berbagi ilmu dan pengalamannya.

Ada sebuah lembaga milik United States of America yang ikut mendukung program tersebut. Lembaga itu adalah Peace-Corps. Mr. Elden and Miss. Glenis merupakan contoh American volunteers yang membantu acara speaking outing di daerah Taman Ngronggo Kediri. Mereka hadir sebagai guest star dan judges. Belum lagi beberapa native speakers yang sengaja dihadirkan untuk menambah pengalaman para Tutor dan partisipan untuk belajar dari ahli dan aslinya.

Para Tutor E-Mas mempunyai teknik dan metode khusus untuk mengajar para partisipan. Mereka tidak hanya menarik minat masyarakat tetapi juga bisa meningkatkan kemampuan partisipan dengan metode tidak membosankan.

Misalnya, Tutor yang bertugas di daerah Ngronggo yang spot-nya diberi nama Belajar Bareng melakukan aktivitas nonton bareng sebuah film. Film yang diputar sengaja tidak dilengkapi dengan subtitle oleh tutor, sehingga siswa akan di-train kemampuan listening dan guessing-nya. Partisipan diberi form observational papers dengan beberapa pertanyaan untuk melhat sejauh mana mereka mampu memahami informasi dalam film, baik secara eksplisit maupun implisit.

Kemudian setelah film usai, Tutor akan melakukan evaluasi, diskusi, dan proses tanya jawab dengan para siswa. Tujuannya tentu saja untuk memberikan feedback. Selanjutnya, di hari kedua, siswa diminta untuk kembali melihat film tersebut. Kali ini film sudah dilengkapi dengan subtitledan siswa dibimbing untuk membuat catatan atas alur, tokoh, perwatakan, kata-kata sulit, dan akhirnya siswa mampu membuat sebuah sinopsis terhadap film tersebut. Hal itu dilakukan untuk menggiring siswa agar mampu mengintegrasikan seluruh kemampuan main skill-nya. Mulai darilistening the film, lalu discussing (speaking) about it, then reading yang diselaraskan dengan listening (the subtitle) hingga pada akhirnya siswa mampu membuat final project writing, yaitu sebuah sinopsis.

Founder program ini selalu mengatakan dalam pidatonya bahwa efek program E-Mas ini dapat dirasakan partisipan dalam jangka waktumenengah. Hal mengejutkannya, kini masyarakat sudah mulai merasakan efeknya. Itu semua terlihat dari dari beberapa testimoni yang diterima di website resmi English Massive.

Contohnya, seorang Penanggung Jawab (PJ) di daerah Gang Setya Kawan Tosaren. Ia mengungkapkan bahwa setelah program ini diberikan, nilai bahasa inggris anak-anak jadi meningkat. Hal yang sama juga dirasakan oleh Fakhrur Rozi, PJ Spot YPI Roudhotul Huda - Kelurahan Ngampel yang merasakan manfaat jangka pendek. Menurutnya E-Mas membumikan Bahasa Inggris di Masyarakat. Mulai dari anak sampai Bapak. Mulai dari Ibu sampai Putu. Beliau juga menambahkan kata "Success Together!!" diakhir kata. Kata tersebut menunjukkan betapa besar harapan beliau agar E-Mas mampu memajukan masyarakat kota Kediri. Tentunya melalui jalur pendidikan, khususnya Bahasa Inggris.

"Antusias warga untuk menitipkan putra dan putrinya semakin bertambah,terutama tidak dipungut biaya. Semoga kegiatan mulia ini berhasil mencapai apa yang menjadi tujuan kita, Amin". Tutur Putut Bambang PJ Kelurahan Betet.

Respon juga datang dari kaum muda. Hal itu terlihat dari testimoni yang diberikan oleh PJ termuda, Risa Indah. Risa merupakan sie. Pendidikan dan Pelatihan - Karang Taruna BISMO Kampung dalem. "E-Mas salah fasilitator bagi kami, para pemuda, yang ingin mengasah kemampuan dan kemauan berbahasa inggris. E-Mas membawa perubahan dan kemajuan yang nyata, keep spirit because we are young and possible," ujarnya, terlihat begitu bersemangat.

Diharapkan dengan adanya E-Mas kualitas sumber daya manusia di Kota Kediri bisa meningkat. Selain itu, daya saing warga diharapkan juga bisa meningkat dalam menyambut MEA, serta warga Kota Kediri bisa memiliki kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni. Mengingat saat ini Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa internasional yang banyak digunakan oleh seluruh orang di dunia.

Kehadiran E-Mas di tengah-tengah warga Kota Kediri nampaknya akan mampu mengantarkan mereka mendunia dengan kemampuan bahasa Inggris. Hal itu sesuai dengan tagline E-Mas, Mendunia dengan Bahasa Inggris.


Sumber : detik.com