logo.png

Wali Kota Kediri Ajak Teladani Nabi Muhammad


ANTARA News Jawa Timur

Wali Kota Kediri  Ajak Teladani Nabi Muhammad
 
 
 "Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah ternyata mendorong perubahan besar pada manusia. Rasul telah melakukan perubahan dan memberikan peradaban baru yang lebih baik,"
 
Kediri (Antara Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengajak masyarakat untuk meneladani sifat sekaligus makna hijrah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.
     
"Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah ternyata mendorong perubahan besar pada manusia. Rasul telah melakukan perubahan dan memberikan peradaban baru yang lebih baik," katanya di sela-sela doa bersama peringatan tahun baru Islam 1438 Hijriah di Masjid Agung Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu malam.
     
Ia mengatakan, perubahan itu adalah memberikan tataran individual menuju sosial. Segala perubahan menjadikan semangat untuk gotong royong, membangun, dan berikhtiar menjadi lebih baik.
     
Dalam kesempatan doa bersama itu, Wali Kota juga meminta doa dari para ulama serta warga seluruhnya agar Kota Kediri bisa menjadi kota "Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur", yaitu sebuah negeri yang subur, makmur, adil dan aman. 
     
"Mari jadikan Kediri 'Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur'. Saya mohon dia sesepuh dan saya pun yakin dengan kekuatan bersama bisa mewujudkan Kediri yang aman," katanya. 
      
Sementara itu, Rois Syuriah PCNU Kota Kediri KH Abdul Hamid Abdul Qodir menambahkan Nabi Muhammad SAW telah mempertaruhkan jiwa raga. Bahkan, pengorbanan yang diberikan tidak kecil demi kemulyaan agama Allah. 
     
Ia mengingatkan, saat itu terjadi intimidasi dan tekanan kaum Quraish, sehingga Nabi Muhammad pun hijrah ke Madinah. Namun, dengan hijrah itu, ternyata Islam semakin berkembang, termasuk sampai ke Indonesia.
     
"Yang perlu dicontoh dari apa yang dilakukan Rasulullah, bahwa keberhasilan itu tidak gratis dan butuh perjuangan, pengorbanan," katanya.
     
Ia pun meminta agar umat Islam tidak terlena. Walaupun Islam telah menyebar, perjuangannya masih harus diteruskan, yaitu berjuang di berbagai bidang baik ekonomi, kesehatan, politik dan lain sebagainya.
     
"Mari selalu gunakan evaluasi, langkah perjuangan yang buruk ditinggalkan demi menjadi lebih baik," katanya.
    
Kegiatan doa bersama ini berlangsung dengan khusyuk. Acara diawali dengan istigatsah lalu membaca doa bersama hingga shalat berjamaah. Acara ini dihadiri ribuan warga serta santri di Kota Kediri, bahkan mereka meluber hingga di jalan raya, sehingga arus lalu lintas ditutup untuk sementara waktu. 
     
Hujan juga mewarnai kegiatan doa bersama di Masjid Agung Kota Kediri itu, namun hal itu tidak memengaruhi mereka, dimana mereka tetap khusyuk beribadah. 

Sumber : antarajatim.com