logo.png

Warga Kediri Minta "English Massive" Diperluas


ANTARA News Jawa Timur

 Warga Kediri Minta
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar didampingi Wakil Wali Kota Lilik Muhibbah dalam kegiatan "Kopi tahu" di salah satu rumah warga. (foto dokumentasi.)
 
 "Kami sudah mengajukan lama tapi sampai sekarang di daerah kami belum ada tindaklanjutnya, padahal banyak anak-anak sekolah dan masyarakat yang ingin belajar Bahasa Inggris,"
 
Kediri (Antara Jatim) -  Warga Kota Kediri, Jawa Timur, meminta pemerintah memperluas sarana edukasi atau kursus pendidikan Bahasa Inggris secara gratis "English-Massive" (Emas) meluas hingga seluruh wilayah Kota.
     
"Kami sudah mengajukan lama tapi sampai sekarang di daerah kami belum ada tindaklanjutnya, padahal banyak anak-anak sekolah dan masyarakat yang ingin belajar Bahasa Inggris," kata Siti, warga Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, dalam dialog acara "Kopi tahu" di rumah warga setempat, Rabu (5/10) malam.
     
Siti mengatakan, hingga kini jumlah peserta yang sudah terdata untuk anak-anak tingkat sekolah dasar (SD) hingga 50 anak, tingkat sekolah menengah pertama (SMP) hingga 20 anak. Mereka sangat ingin mendalami pendidikan Bahasa Inggris sebagai bekal belajar di sekolah.
     
Hal yang sama diungkapkan oleh Haris, warga lainnya. Ia sangat berharap pemerintah berkenan memperluas program pendidikan Bahasa Inggris secara gratis itu hingga di Kelurahan Lirboyo.
     
Pihaknya menilai, pemerataan program itu belum bisa maksimal yang terbukti belum semua daerah ada program tersebut. Warga ingin adanya pemerataan program dengan harapan bisa mendorong kemajuan pendidikan di Kota Kediri. 
     
"Anak-anak remaja ini ingin bisa berlatih kursus 'Emas', orangtua pun ingin putra dan putrinya bisa kursus Bahasa Inggris ini. Kami minta pemkot secepatnya bisa merealisasikan program itu di daerah kami," kata Haris.
     
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar yang hadir dalam acara itu mengatakan pemerintah menyambut baik animo warga terkait dengan program "Emas" itu, bahkan warga sudah menunggu hingga berbulan-bulan untuk realisasinya.
     
Wali Kota mengatakan, program "Emas" itu memang dibuat pemkot dengan harapan bisa melatih masyarakat belajar Bahasa Inggris. Salah satunya, sebagai bekal menghadapi persaingan bebas yang sudah terbuka sejak awal tahun.
     
Pihaknya sangat mengapresiasi dan saat ini sedang dilakukan pendataan lagi untuk pemerataan program. Ia mengatakan, hingga kini belum semua daerah ada program itu, sebab terkendala dengan tutor.
     
"Saat ini masih kami programkan, bahkan sempat kehabisan tutor. Kami ingin mencari tutor terbaik," katanya menanggapi permintaan warga. 
      
Pihaknya menambahkan, Dinas Pendidikan Kota Kediri, juga sudah mengagendakan untuk menambah jumlah tutor untuk program "Emas" tersebut dengan tambahan sekitar 30 orang. 
     
Tenaga itu sudah mulai direkrut saat ini dan akan diperbantukan di 2017. Secara total nantinya ada sekitar 50 orang tutor yang membantu dalam program kursus Bahasa Inggris secara gratis itu. 
      
Selain gratis, warga juga tidak perlu dibuat risau dengan berbagai alat tulis yang harus disiapkan untuk program tersebut, sebab semuanya sudah disediakan oleh dinas pendidikan.
     
Program yang diharapkan bisa merata di seluruh RT ini mulai berjalan awal 2016. Selain anak-anak, program ini juga bisa diikuti masyarakat pada umumnya, bahkan di Stasiun Kediri juga diikuti penarik becak yang biasa mangkal di tempat itu. 
     
Nantinya, setiap RT hanya menyediakan tempat sementara pelaksanaan akan diatur berdasarkan kesepakatan warga dengan tutor. Dalam merealisasikan program, masyarakat diharapkan bisa berbicara Bahasa Inggris, sedangkan untuk menulis nomor dua. Dengan belajar itu, mereka bisa praktik dimana saja.
     
Acara "Kopi tahu" itu rutin dilakukan oleh pemerintah kota, dengan mengambil waktu malam hari. Kegiatan itu adalah sarana pertemuan antara muspida Kota Kediri dengan warga, dengan harapan seluruh aspirasi masyarakat bisa disampaikan.
     
Wali Kota juga mengingatkan tentang manfaat program pemberdayaan masyarakat (Prodamas). Dengan uang Rp50 juta per RT per tahun, segala kebutuhan masyarakat baik fisik maupun untuk sosial bisa memanfaatkan anggaran itu, sehingga penyerapan anggaran akan lebih tepat sasaran.

Sumber : antarajatim.com