logo.png

JFW 2017 : Lenny Agustin dan Hannie Hananto Sulap Kain Wastra Kediri Jadi Busana Modern


News Okezone

JFW 2017 : Lenny Agustin dan Hannie Hananto Sulap Kain Wastra Kediri Jadi Busana Modern

Lenny Agustin (foto: jfwofficial)

INDONESIA kaya akan kain tradisional yang menarik untuk dieksplorasi. Misalnya saja, hasil kerajinan batik dan tenun dari Kediri, Jawa Timur, yang juga berpotensi untuk dikembangkan.

Ya, tidak banyak yang tahu jika wastra asal Kediri memiliki keunikan tersendiri. Namun, kurangnya promosi ditambah semua orang lebih mengenal tenun dari Bali, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, membuat tenun Kediri tidak dikenali. Kemudian, prosesnya yang dibuat dengan tangan atau ATBM membuat permintaan pasar menjadi tidak terpenuhi.

Untuk lebih mengenalkan keragaman tekstil, seperti tenun dan kain batik asal Kediri, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kota Kediri menggandeng dua desainer Indonesia untuk merancang busana dengan material dasar kain tenun dan batik khas Kediri. Mereka memamerkan karyanya dalam gelaran acara Jakarta Fashion Week 2017.

"Kediri memiliki kain wastra yang luar biasa, seperti tenun ikat yang sudah dikenal sebelum kemerdekaan. Tetapi, banyak yang belum tahu, padahal banyak motif dan ornamen tenun dan batik Kediri yang sangat menarik dan tidak dimiliki oleh kota lainnya. Semoga dengan hadirnya koleksi ini di JFW bisa membuat tenun ikat dan batik lebih dikenal lagi," tutur Ferry Sylviana Abu Bakar, Ibu Walikota Kediri, dalam jumpa pers sebelum peragaan, Selasa (25/10/2016), di kawasan Senayan, Jakarta.

Hannie Hananto

Peragaan busana diawali oleh koleksi karya Hannie Hananto. Ada tujuh motif utama yang dimiliki oleh Tenun Ikat Bandar Kidul, desainer busana muslim ini mengangkat motif pucuk rebung. Siluet rok, gamis, dan blus hadir dalam ragam busana yang didominasi warna abu-abu itu.

"Saya mengembangkan tenun dalam motif pucuk rebung yang lebih besar agar mengikuti zaman. Motifnya diubah dari warna-warna terang dibuat menjadi kalem dan gelap. Kemudian, limbah tenunnya saya gunakan untuk bros sehingga semuanya terpakai," kata Hannie Hananto yang ditemui Okezone. 

okezone.com