walikotaADAKITANEWS, Kota Kediri – Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) Pungutan Liar (Pungli). Ini sebagai respon atas instruksi dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk memberantas pungutan liar yang dilakukan oleh Pegawai Pemerintah.

Abdullah Abu Bakar Walikota Kediri mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim satgas yang terdiri dari beberapa pegawai di lingkup Pemerintah Kota Kediri. Tim yang tediri dari 9 orang ini nantinya selain mengawasi adanya pungli juga mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak memberikan tips kepada pegawai Pemkot Kediri.

“Tim Satgas anti Pungli sudah kita bentuk, rencananya hari ini akan kita resmikan. Tim ini berisikan pegawai yang ada di Pemerintahan Kota, ada dari Inspektorat, BKD (Badan Kepegawaian Daerah) dan Sekda (Sekretaris Daerah),” ungkap Mas Abu sapaan akrab Walikota Kediri.

“Tim satgas ini perannya mencegah, dan memonitoring adanya pungli, serta melayani laporan dari masyarakat melalui hotline. Saya harap, masyarakat bisa membantu dengan tanpa memberi uang terimakasih kepada pegawai kami,” imbuhnya

Selain itu, pihaknya akan memasang banner disetiap jalan umum dan semua kantor pemerintahan bertuliskan semua biaya administrasi di Pemerintahan Kota Kediri tanpa dipungut biaya. Namun, jika masih ada pegawainya yang berani menerima atau meminta pungutan kepada masyarakat, Mas Abu sapaan akrab Walikota Kediri tidak segan untuk langsung mememcat dengan tidak hormat.

“Jika pegawai kami menerima baik sepuluh ribu atau lima ribu akan langsung kita pecat secara tidak hormat. Saya harap dengan adanya instruksi Presiden dengan membentuk tim Satgas ini, masyarakat semakin percaya kepada kami,” ujarnya.