dsc_1235ADAKITANEWS, Kota Kediri – Dinas Pemuda Pariwisata dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri menggelar grebeg suro dengan penampilan kesenian jaranan, Sabtu (29/10) malam di bantaran Sungai Brantas Kota Kediri. Kegiatan ini merupakan upaya yang dilakukan dalam melestarikan budaya leluhur bangsa Indonesia.

Grebeg suro sudah menjadi agenda tahunan yang dilakukan di Kota Kediri demi mempertahankan budaya bangsa Indonesia. Tahun ini, Disbudparpora mengundang seluruh paguyuban jaranan di Kota Kediri untuk memperingati bulan Suro salah satunya Wahyu Krido Budoyo.

dsc_1229Nur Muhyar Kepala Disbudparpora mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dan berperan aktif melestarikan budaya. “Grebek Suro ini adalah budaya leluhur kita khususnya Kota Kediri, mari kita lestarikan budaya leluhur kitan jangan sampai para pemuda tidak tahu budaya Kota Kediri, para pemuda jaman sekarang udah lupa dengan budaya leluhur kita, pasalnya mereka sudah banyak mengambil budaya-budaya luar,” ungkapnya

dsc_1236Selain itu, Nur Muhyar juga mengajak para pemuda tidak terbuai dengan mudahnya akses informasi dengan kemajuan teknologi. Maka, Ia meminta agar pemuda belajar budaya Kota Kediri. “Kita harus jaga dan melestarikan budaya leluhur kita, jangan sampai budaya kita ini dilupakan begitu saja yang sekarang jaman nya teknologi kemanjuan,” tambah  Nur Muhyar.

Seni tari jaranan dibuka dengan penampilan dari siswa siswi SMP Pawiyatan Dhaha. Salah satu komunitas seni yang dibawah naungan Disbudparpora. Selurun warga yang datang tampak antusias menikmati sajian seni tari jarinan dalam Grebeg Suro Kota Kediri.(Ich/Zay)

Keterangan Gambar : Grebeg Suro di bantaran sungai brantas Kota Kediri.