logo.png

Wali Kota Kediri Minta Warga Tanggap Darurat


ANTARA News Jawa Timur

Wali Kota Kediri Minta Warga Tanggap Darurat
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. (foto Asmaul Chusna)
 
 "Sekarang ini cuaca ekstrim, karena perubahan musim, angin menjadi besar. Bencana ini tanggung jawab kita bersama, jadi masyarakat pun harus paham tentang risiko," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar meminta warga ikut tanggap darurat terhadap berbagai bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
     
"Sekarang ini cuaca ekstrim, karena perubahan musim, angin menjadi besar. Bencana ini tanggung jawab kita bersama, jadi masyarakat pun harus paham tentang risiko," katanya ditemui dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam tanggap darurat bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, di Hotel Bukit Daun, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu.
     
Ia mengatakan, potensi bencana baik angin puting beliung, banjir, maupun kebakaran bisa saja terjadi. Bencana itu pun juga bisa secara tiba-tiba.
     
Namun, Wali Kota mengungkapkan, mitigasi atau pencegahan sangat penting dilakukan. Strategi tersebut dilakukan, sebagai upaya mengantisipasi adanya hal yang tidak diinginkan misalnya korban jiwa.
     
Ia mencontohkan, saat ada kejadian gedung Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kota Kediri ambruk akhir bulan lalu. Dari kejadian itu, dua orang mengalami luka yang cukup parah, namun sejumlah pegawai lainnya lukanya tidak terlalu parah.
     
Dari hasil ia berbicara dengan pegawai yang lukanya tidak terlalu parah itu, ternyata saat kejadian berlangsung ia langsung berlindung di bawah meja, sehingga material kayu tidak langsung menimpa dirinya. 
 
Selain itu, banyak masyarakat yang tidak peduli dengan informasi cuaca, padahal dari informasi itu, masyarakat bisa mendapatkan penjelasan terkait dengan cuaca, sehingga bisa bertindak jika cuaca menjadi bertambah buruk.
     
Dalam penangan bencana, Wali Kota menginginkan semua unsur terlibat aktif dan saling sinergi, baik dari masyarakat, pemerintah, BPBD, TNI, maupun relawan.
     
Sinergi itu salah satunya dalam bentuk edukasi dengan melibatkan semua pihak tersebut. Ke depan, diharapkan yang ikut edukasi itu bisa memberikan informasi serupa ke masyarakat, sehingga masyarakat pun tanggap jika ada bencana.
     
"Kami minimalisir masyarakat yang tidak tahu. Edukasi ini harus sampai ke masyarakat, mereka harus tahu dimana, atau menghubungi ke siapa serta apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi," paparnya.
     
Di Kediri, sejumlah bencana alam telah terjadi. Bulan lalu, bencana angin puting beliung menimpa belasan rumah Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Selain itu, angin puting beliung juga melanda warga di Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, serta sejumlah lokasi lainnya.
     
Sementara itu, kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam tanggap darurat bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri itu diikuti berbagai unsur, baik relawan, TNI, linmas, pelajar, dan sejumlah elemen lainnya. 

Sumber : antarajatim.com