logo.png

KPM Dorong Kader Posyandu di Kediri Lebih Kreatif


ANTARA News Jawa Timur

  KPM Dorong Kader Posyandu di Kediri Lebih Kreatif
Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat (KPM) Kediri Un Achmadi. (foto Asmaul Chusna)
 
 "Kami punya 'grand design' (desain besar) jika awal bagus otomatis pola pikirnya akan bagus, sehingga jika bagus kesehatan psikologisnya, kesejahteraan masyarakatnya juga bagus,"
 
Kediri (Antara Jatim) - Kantor Pemberdayaan Masyarakat (KPM) Kota Kediri, Jawa Timur, mendorong  kader pos pelayanan terpadu (Posyandu) di kota ini agar lebih kreatif, dengan sering mengadakan pelatihan.
     
"Peran kader posyandu sangat penting di masyarakat. Mereka harus paham apa yang harus dilakukan ketika menjadi kader," katanya Kepala KPM Kediri Un Achmadi di Kediri, Kamis.
 
Ia mengatakan, kerja kader posyandu sangat penting, baik posyandu balita maupun posyandu lansia. Mereka ikut berperan mengontrol perkembangan anak-anak, terutama balita.
     
"Balita itu termasuk generasi emas, sehingga perawatan harus bagus. Jika dikawal dengan baik, tentunya generasinya bagus," katanya.
     
Ia menyebut, di Kediri ini ada sekitar 2.500 kader posyandu baik posyandu balita maupun posyandu lansia. KPM mengadakan beragam pelatihan, agar mereka juga menjadi kader yang lebih kreatif, hal itu penting mengingat mereka harus dekat dengan anak-anak maupun dengan lansia dengan beragam latar belakang.
     
"Kami punya 'grand design' (desain besar) jika awal bagus otomatis pola pikirnya akan bagus, sehingga jika bagus kesehatan psikologisnya,  kesejahteraan masyarakatnya juga bagus," jelas dia. 
     
Un juga menambahkan, menjadi kader bukan berarti tidak ada honor untuk mereka. Pada 2016, pemerintah kota lewat Dinas Kesehatan Kota Kediri telah menganggarkan sekitar Rp50 ribu per bulan untuk honor para kader, dan dimungkinkan akan bertambah tahun depan.
     
Ia berharap, dengan anggaran yang bertambah, kinerja dari para kader juga terus meningkat. KPM mendorong dengan mengadakan berbagai pelatihan tambahan, selain yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Kediri.
     
Ia juga berharap, ke depannya tingkat kehadiran balita di posyandu juga semakin meningkat, seiring dengan berbagai bekal dalam pelatihan yang telah dilakukan oleh KPM.
     
"Dari informasi yang kami dapat, tingkat kehadiran balita 80 persen dari semua balita di Kediri. Harapannya, nanti semua tetap semangat, dan peran kader penting di sini, menyampaikan jadwal posyandu," harapnya.
     
Sementara itu, rencana kenaikan honor kader posyandu itu memang sudah diungkapkan oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Rencananya kenaikan itu pada 2017. 
     
Selama ini, honor yang diberikan pada para kader adalah Rp50 ribu per bulan. Mereka biasanya menerima setiap enam sekali. Namun, jika ada kendala dalam pembahasan honor bisa turun satu tahun sekali.
    
Dinas Kesehatan Kota Kediri menganggarkan dana sebesar Rp1,4 miliar dalam APBD 2016 untuk keperluan pemberian honor bagi kader posyandu, baik lansia maupun balita. 

Sumber : antarajatim.com