humas pemkotADAKITANEWS, Kota Kediri – Pemerintah Kota Kediri menjadwalkan tanggal 9 Desember 2016 sebagai batas akhir untuk melakukan alih fungsi eks lokaslisasi Semampir. Upaya persiapan dilakukan oleh Pemkot untuk segera melakukan program tersebut.

Dalam jumpa pers Kabag Humas Pemkot Kediri Apip Permana mengatakan, program alih fungsi ekslokaslisasi Semampir merupakan tndak lanjut program penanganan pasca penutupan kawasan tersebut pada tahun 1998 silam. “Lokaslisasi Semampir sudah dinyatakan di tutup sejak disahkannya Peraturan Daerah (Perda) nomor 26 tahun 1998 tentang perubahan kedua perda nomor 2 tahun 1957 tentang pemberantasa pelacuran dalam Kota Madya Daerah Tingkat II Kediri. Diperkuat lagi dengan Surat Gubernur Jawa Timur tanggal 10 Nopember tahun 2010 nomor 460/16474/031/2010 perihal pencegahan dan penanggulangan prostitusi serta women trafficking,” Jelas Apip. Rabu, (9/11).

Paska penutupan lokalisasi Semampir pada tahun 1998, Pemkot Kediri menengarai kembali beroperasi praktik prostitusi di kawasan tersebut. Padahal. Kata Apip, secara nasional, Presiden Joko Widodo juga mentargetkan pada tahun 2019 Indonesia bebas dari bisnis prostitusi. “Jadi program alih fungsi ekslokalisasi Semampir ini juga dalam rangka menjalankan target program pemberantasan prostitusi secara nasional,” ujarnya.

Ditanya soal jangka waktu yang lama antara waktu penutupan dengan program alih fungsi ekslokalisasi Semampir, Apip menjelaskan, pemkot Kediri masih mempersiapkan alih profesi bagi para pelaku bisnis prostitusi di ekslokalisasi tersebut. “Pemkot Kediri memang tidak serta merta mengalihfungsikan kawasan ekslokalisasi Semampir, karena ada proses pemberian ketrampilan bagi para pelaku bisnis prostitusi sebagai upaya persiapan alih profesi. Kita rasa saat ini sudah cukup, maka akan segera kita lakukan alih fungsi kawasan itu,” jelas Apip.