logo.png

Refungsi Eks Lokalisasi Semampir Kediri Masih Diragukan


  • Refungsi Eks Lokalisasi Semampir Kediri Masih Diragukan
 

KBRN, Kediri : Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar terkesan enggan menjelaskan tentang penanganan atau peruntukan Refungsi Eks Lokalisasi Semampir, Kota Kediri, Jawa Timur. Bahkan selama ini, orang nomor satu di jajaran Pemkot Kediri itu mengatakan bahwa tempat terlarang tersebut sudah ditutup.

"Pastinya eks lokalisasi Semampir sudah ditutup sejak 2014,lalu. Kalau untuk target penanganan tahun ini, saya belum bisa menjabarkan," ungkapnya pada koferensi pers Konser Sumpah Pemuda, akhir Oktober lalu.

Namun hari ini, Rabu (9/11/2016), muncul pernyataan tegas dari Pemerintah Kota Kediri melalui Kabag Humas Protokol, Apip Permana. Kepada Wartawan, Apip dengan gamblang menjelaskan, Refungsi eks Lokalisasi Semampir dilakukan lantaran selama ini ditengarai masih terjadi transaksi bisnis terlarang di lokasi tersebut. Padahal, penutupan lokalisasi sudah dilakukan sejak 2014 lalu, dengan mengacu Instruksi Presiden RI bahwa di tahun 2017 Indonesia harus bersih dari segala bentuk prostitusi.

Bahkan, Pemerintah Kota Kediri memastikan pada 9 Desember 2016 nanti, pihaknya akan melakukan aksi dengan meratakan segala bentuk bangunan di atas aset milik pemerintah kota. Namun sebelumnya, pemkot mengawali dengan sosialisasi yang digelar Rabu (9/11/2016) malam ini, bertempat di Balai Kelurahan Semampir, dengan mengundang warga RW 05, hingga dilanjutkan dengan mengirimkan surat peringatan.

"Kami lakukan penggusuran mulai tanggal 9 Desember. Untuk itu, kami beri kesempatan kepada warga yang memiliki bangunan untuk membongkar sendiri. Sosialisasi yang kami gelar malam ini di Balai Kelurahan adalah bagian dari sosialisasi, hingga dilanjutkan mengirimkan surat peringatan secara bertahap sampai tiga kali," jelas Apip Permana.

Terkait warga yang tidak memiliki tempat tinggal, Apip memaparkan bahwa pemerintah kota tidak serta-merta memindahkan mereka ke Rusunawa Balowerti, karena dikhawatirkan apabila dipindahkan akan menjadi ajang prostitusi yang justru berpindah tempat.

"Banyak indikasi membuktikan bahwa prostitusi masih berjalan. Demikian pula ada sejumlah pelajar yang mendatangi tempat tersebut, belum lagi maraknya penyakit HIV/AIDS di Kota Kediri," imbuh Kabag Humas Protokol,ini.

Apip Permana menambahkan, ke depanya lahan eks lokalisasi Semampir akan dijadikan destinasi wisata kuliner dan ruang terbuka bagi keluarga.

"Kami rencanakan akan menjadikan lokasi wisata kuliner dan ruang terbuka untuk keluarga, dan meminta peran semua pihak demi terciptanya hal ini," pungkasnya. 


Sumber : rri.co.id