logo.png

Para PSK Mulai Tinggalkan Lokalisasi Semampir Kediri


Tribun kediri

Para PSK Mulai Tinggalkan Lokalisasi Semampir Kediri
 
surya/Didik Mashudi
 
Pemkot Kediri telah mengumpulkan warga untuk melakukan sosialisasi penanganan pasca penutupan Lokalisasi Semampir. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SURYA.co.id | KEDIRI - Rencana Pemkot Kediri untuk menggusur rumah di lahan eks Lokalisasi Semampir mulai berdampak.

Setidaknya sudah ada puluhan PSK yang telah mulai meninggalkan lokalisasi Semampir Kediri, Jatim.

Kasi Trantib Satpol PP Kota Kediri Nurkhamid menjelaskan, eksodus puluhan PSK diketahui dari laporan anak buahnya yang ditugaskan memantau situasi di Semampir.

"Ada PSK yang telah kembali ke tempat asalnya atau pindah ke tempat lain. Namun ada yang memilih pindah ke tempat kos di sekitar Semampir," ungkap Nurkhamid kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Senin (14/11/2016).

Dijelaskan Nurkhamid, terkait situasi kamtibmas di eks lokalisasi juga masih aman terkendali.

Warga sendiri tampaknya menerima untuk pindah dari lahan milik Pemkot Kediri seluas 3,5 hektar.

Satpol PP sendiri bakal terus melakukan patroli intensif di lokasi yang dicurigai menjadi tempat mangkal baru para PSK.

"Kami teruskan giat patrolinya," ungkapnya.

Tahapan penggusuran eks Lokalisasi Semampir telah dilakukan sosialisasi oleh Pemkot Kediri kepada warga.

Selanjutnya dilayangkan surat somasi pertama yang telah dibagikan kepada seluruh warga penghuni yang berjunmlah 281 KK.

Sikap warga penghuni eks lokalisasi Semampir terkait rencana penggusuran masih terpecah. Ada warga yang ngotot menolak penggusuran. Kelompok ini telah mengajukan gugatan ke PTUN Surabaya.

Namun ada juga warga yang pasrah rumahnya digusur pemkot. Hanya saja warga mengeluhkan minimnya dana pesangon yang diberikan Pemkot Kediri.

Masalahnya uang pesangon yang diterima warga hanya Rp 2,5 juta per KK. Kelompok ini meminta dana pesangan ditambah sehingga dapat untuk mengontrak rumah minimal dua tahun.

Selain itu ada tambahan untuk biaya membongkar rumah. Sejauh ini sejumlah warga terdampak masih belum mengetahui bakal tempat tinggalnya pasca digusur.

Apalagi tidak seluruh warga diperbolehkan tinggal di rumah susun sederhana.


Sumber : surabaya.tribunnews.com