logo.png

Jadi Kampus Percontohan Tingkat Nasional


 

 

 

KEDIRI- Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar SE menghadiri wisuda Universitas Nusantara PGRI (UN PGRI) Kediri. Dalam sambutannya, Mas Abu-panggilan akrab Abdullah Abu Bakar mengatakan, senang dengan keberadaan UN PGRI Kediri. Karena telah mewarnai pembangunan pendidikan di Kediri dan kota-kota lain di sekitarnya.

“Kami mengucapkan selamat kepada wisudawan-wisudawati UN PGRI Kediri. Semoga sukses, mampu mengisi pembangunan di Kediri pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” ujar Mas Abu saat memberi sambutan dalam acara wisuda  ke 55 Periode 2 tahun 2016, hari kedua kemarin.

Mas Abu berpesan kepada wisudawan-wisudawati untuk optimistis dengan kelulusannya. Karena secara legalitas ijazah UN PGRI Kediri sudah memenuhi aspek legal formal sesuai ketentuan Kemenristek Dikti

. Setahun pasca pengaktifan kembali pada 9 November 2015, UN PGRI Kediri telah menunjukkan perkembangan luar biasa sebagai perguruan tinggi swasta dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Mas Abu meminta kepada UN PGRI meluangkan kepeduliannya untuk mendinamisasi pembangunan di daerah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kediri dan sekitarnya. Untuk itu, UN PGRI diminta sinergi dengan Pemkot Kediri. Sinergi dalam pembangunan pendidikan, kesehatan dan membangun jiwa kewirausaan.

“Ini juga sebagai perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat, lebih riil,” ujarnya. Mas Abu mengatakan, Pemkot Kediri siap menjalin kerja sama dan membuka tangan terhadap kepedulian UN PGRI Kediri.

Dalam acara wisuda, Mas Abu diterima oleh Ketua YPLP PT PGRI Kediri Ir Juli Sulaksono MM  MKom. Hadir juga Kordinator Kopertis Wilayah VII JawaTimur Prof Dr Ir Soeprapto, DEA.

Secara terpisah, Rektor UN PGRI Kediri Dr Sulistiono MSi mengatakan, setahun setelah pengaktifan kembali, UN PGRI telah menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan. Pada tahun 2016,  UN PGRI Kediri menduduki peringkat ke-55 se Kopertis Wilayah VII. Ini melonjak drastis dari peringkat 147 pada tahun 2015.

Untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang didanai internal masing-masing menduduki peringkat 2 dan 4 se-Kopertis Wilayah VII.

“Pada tahun 2016, dosen UN PGRI Kediri yang masuk dalam daftar D3 Sertifikasi Dosen sebanyak 48 dosen, terbanyak se-Kopertis  Wilayah VII,” jelasnya.

Hasil evaluasi terakhir yang dilakukan oleh Kemenristek Dikti, UN PGRI Kediri dinilai sebagai kampus yang paling cepat melakukan pembenahan setelah mendapat masalah. Sehingga, UN PGRI Kediri dinobatkan sebagai Kampus Percontohan Tingkat Nasional. 


Sumber : jawapos.com