logo.png

Pemkot Kediri Perlakukan Khusus Warga Pemilik SHM


Pemkot Kediri Perlakukan Khusus Warga Pemilik SHM
 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kediri (beritajatim.com) - Rencana pengalih fungsian eks Lokalisasi Semampir menjadi ruang terbuka hijau terus mengemuka. 

Pemkot Kediri berjanji akan memberikan perlakuan khusus bagi sejumlah masyarakat yang sudah memilik sertifikat hak milik (SHM) atas lahan dibawah jembatan itu.

Kabag Humas Pemkot Kediri Apip Permana kepada sejumlah wartawan mengatakan, sejauh ini pemerintah daerah belum mengetahui adanya warga yang memiliki sertifikat hak milik tanah. 

Tetapi seandainya, ada nanti tetap ada perlakuan khusus dan pihaknya fokus terhadap pengalih fungsian kawasan milik pemkot.

Pemkot mulai mengantisipasi adanya sejumlah rumah yang mempunyai SHM. Caranya, pemkot akan memberikan perlakuan khusus, mengingat, secara yuridis beberapa orang tersebut memiliki tanah. 
Tetapi, bagi sebagian besar masyarakat yang tinggal disana  nanti tetap harus berpindah, mengingat di lokasi itu memang aset pemkot dan mereka menempati sertifikat hak pakai.

Sementara itu, perwakilan warga RW 5 kawasan eks Lokalisasi Semampir Imam mengatakan, pihaknya tidak perduli apakah ada pengistimewaan atau tidak. Bagina yang penting ia bertekad memperjuangkan hak masyarakat.

Sebelumnya, Sejumlah warga kawasan eks Lokalisasi Semampir melayangkan gugatan lanjutan ke Pengadilan Tata Usaha Negera (PTUN). Mereka meminta agar penggusuran kawasan prositusi ini menunggu hasil putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.

Surat gugatan ke PTUN ini terkait rencana penggusuran oleh Pemkot dan sengketa kepemilikan sertifikat hak pakai atas nama pemkot kediri yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sesuai rencana, pengalih fungsian akan dilakukan pada 10 Desember nanti. Refungsi dilakukan secara bertahap dengan sosialisasi, pengiriman surat peringatan, surat pemberitahuan hingga nantinya eksekusi.

Sementara itu, saat ini warga Eks Lokalisasi Semampir memasang bendera setengah tiang bersama-sama. Pemasangan bendera merah putih ini sebagai bentuk berkabung atas rencana penggusuran kawasan tersebut oleh pemerintah daerah.


Sumber : beritajatim.com