logo.png

Napak Tilas Gerilya Jenderal Sudirman Sang Cucu Kisahkan Sepak Terjang Kakek Saat Melawan Belanda


Surya Malang

Napak Tilas Gerilya Jenderal Sudirman, Sang Cucu Kisahkan Sepak Terjang Kakek Saat Melawan Belanda
 
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
 
Cucu Jenderal Sudirman, Bugiakso, diundang menjadi pembicara sarasehan kepahlawanan kakeknya di Balai Kota Kediri, Jumat (25/11/2016). 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Sarasehan Refleksi Kepahlawanan Panglima Besar Jenderal Soedirman atau Sudirman dihadiri salah satu cucunya Drs H Bugiakso. Kegiatan refleksi ini berlangsung di Balai Kota Kediri, Jumat (25/11/2016).

Selain menghadiri  sarasehan, Bugiakso bakal memberangkatkan peserta gerak jalan napak tilas rute gerilya Jenderal Soedirman  Kediri - Bajulan pada Sabtu (26/11/2016) pagi.

Sementara Bugiakso yang diundang menjadi pembicara sarasehan mengisahkan, kakeknya membatalkan cuti sehari sebelum penyerbuan Belanda ke Yogyakarta.

Selain itu bersamaan penyerbuan Belanda pada 19 Desember 1948 juga mengeluarkan surat kilat No : 1_PB/D/1948. Isi surat kilat di antaranya, Kita  diserang lagi, Lapangan terbang Adisucipto diduduki BelandaBelanda mengingkari gencatan senjata.

Ketika semua petinggi negara sudah menyerah, selaku Panglima Besar, Jenderal Sudirman tidak ikut menyerah. Selain itu meski dalam kondisi sakit paru-paru, Jenderal Sudirman tetap memimpin pasukannya bergerilya.

Bugiakso kemudian menirukan ucapan kakeknya yang menyatakan, "meski Soedirman sakit, tapi selaku panglima perang tidak pernah sakit". Kesederhanaan saat menjadi panglima juga terlihat dari seragam yang dikenakan.

"Karena baju yang dipakai saat bergerilya dan menjabat panglima ya baju sweter seperti yang ada di foto-foto itu," ungkapnya.

Keteladanan Jenderal Soedirman karena terus memegang teguh prinsip 5 D yang berisi, Kenali diri, Tahu diri, Percaya diri, Jati diri dan Mawas diri. "Panglima besar tahu diri tidak melawan langsung Belanda tapi memilih untuk bergerilya," jelasnya.

Sementara Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyebutkan gerak jalan Kediri - Bajulan telah berlangsung sejak 25 tahun silam. Kegiatan ini selalu diikuti ribuan peserta yang mayoritas anak-anak muda.


Sumber : suryamalang.tribunnews.com