logo.png

Tak Punya Surat Resmi Namun Bernilai Historis Tinggi Pemilik Motor Antik Minta Dilindungi


detikOto

 
Tak Punya Surat Resmi Namun Bernilai Historis Tinggi, Pemilik Motor Antik Minta Dilindungi
Kediri -Halaman Museum Airlangga Kota Kediri, dihiasi oleh 20-an lebih sepeda motor antik dan sejumlah mobil antik. Kendaraan antik itu terjejer rapi untuk dipamerkan bagi pengunjung lokasi wisata Museum dan Goa Selomangkleng Kota Kediri.

Pameran diadakan oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kota kediri bersama dengan Motor Antik Club Indonesia (MACI) Chapter Kediri sebagai bentuk sosialisasi cagar budaya dan melestarikan benda dengan nilai sejarah tinggi termasuk kendaraan bermotor.

Sepeda motor jenis Norton, BSA produksi tahun 1941, buatan Inggris, jenis NSU dan HMW buatan Jerman produksi tahun 1940 merupakan motor-motor paling tua dalam pameran.

Adnan Al Asmara, Koordinator Pameran Motor Antik mengaku jika sepeda motor yang dipamerkan merupakan motor yang sangat istimewa, karena selain tua nilai sejarahnya sangat tinggi terutama dalam bidang transportasi di masa perjuangan.

"Di Kediri ada sekitar 200-an pemilik motor antik, dan motor ini merupakan benda cagar budaya yang dilindungi UU," ucap Adnan kepada detikOto, Sabtu, (26/11/2016).

Tak hanya ikut melestarikan benda bersejarah dalam bidang transportasi, MACI berharap motor antik ini mendapat perlindungan lebih khusus di dalam Peraturan Daerah, erda Kota Kediri terutama dalam hal izin di jalan umum. Mengingat jika mengacu ke Samsat, kantor Samsat malah kalah tua dibanding motornya. Sebelum ada Samsat berdiri, motor ini sudah ada.

"Ini kan motornya gak ada surat, kami mohon semoga ada perda khusus bagi kami pemilik motor antik agar di jalan enak dan menjaga cagar budaya agar tidak dapat diperjualbelikan seenaknya, sehingga kami juga mau dan bersedia membayar pajak," imbuh Adnan.

Menurut Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, dia baru pertama kali melihat pameran motor antik di kotanya. "Terus terang baru kali ini saya melihat motor antik peninggalan sejarah," ungkap Walikota yang sempat mengabadikan dirinya naik motor BSA M21 lansiran tahun 1941.
 
Foto: Andhika Dwi


Lebih lanjut Walikota menjelaskan, jika banyaknya motor antik yang ada di kota Kediri ini bisa menjadi nilai seni dan romantisme kota Kediri. "Semoga benda sejarah ini bisa terawat pada pemiliknya agar nilai historisnya bisa terjaga," ujarnya.

Abdulah Abu bakar juga menambahkan pihak pemerintah melalui Disbudparpora Kota Kediri juga siap menerima komunitas motor antik untuk diajak berdiskusi mengenai cagar budaya peninggalan sejarah. "Kita siap menerima komunitas untuk berdiskusi mengenai pariwisata dan benda cagar budaya yang bergerak maupun yang tidak bergerak," kata Abu.
 

Sumber : detik.com