logo.png

Pemkot Kediri Gelar Operasi Pasar


ANTARA News Jawa Timur

 Pemkot Kediri Gelar Operasi Pasar
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Kota Kediri Yetti Sisworini. (foto Asmaul Chusna)
 
 "Untuk operasi pasar ini, kami jual di bawah harga pasar. Pemkot membantu ongkos angkutnya,"
 
Kediri (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menggelar operasi pasar menjelang Natal dan Tahun Baru 2017 dengan menjual sejumlah bahan pokok di bawah harga pasar.

"Untuk operasi pasar ini, kami jual di bawah harga pasar. Pemkot membantu ongkos angkutnya," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Kota Kediri Yetti Sisworini di Kediri, Selasa.

Pihaknya menyebut, bahan pokok yang dijual dalam operasi pasar itu misalnya beras dimana stoknya per titik hingga 200 bungkus, masing-masing berisi 5 kilogram, gula pasir 750 kilogram, minyak goreng 384 botol, serta gula pasir.

Untuk beras dijual seharga Rp45.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp10.500 per kilogram, minyak goreng Rp11.000 per liter. Selain itu, juga terdapat telur seharga Rp18.000 per kilogram.  
   
Yetti menegaskan, kegiatan operasi pasar itu sengaja dilakukan sebagai upaya mengantisipasi terjadinya gejolak harga. Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, menjelang perayaan keagamaan, seperti Natal, Ramadhan, serta tahun baru terjadi gejolak harga.

"Kami ingin antisipasi terjadinya gejolak harga seperti biasanya. Jadi, kami adakan operasi pasar ini bertujuan menstabilkan harga," katanya.

Namun, Yetti mengakui untuk operasi pasar ini hanya dilakukan sebentar tidak seperti saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan ini hanya diselenggarakan sekitar satu pekan saja dengan lokasi di kantor kelurahan.

Pihaknya juga menambahkan, sebenarnya stok untuk operasi pasar cukup banyak, namun animo masyarakat untuk membeli bahan pokok tidak seperti menjelang Ramadhan.

"Kalau Ramadhan, antusias masyarakat cenderung membutuhkan. Ini timpang antara Ramadhan dan tahun baru," katanya.

Saat disinggung terkait dengan kenaikan harga bahan pokok, Yetti mengaku hingga kini belum ada lonjakan kenaikan harga yang sangat signifikan. Kenaikan harga justru terlihat di sayur mayur.

"Soal harga pasar, belum ada lonjakan (kenaikan harga) signifikan kecuali harga sayur mayur," ujarnya.

Kegiatan operasi pasar itu diselenggarakan oleh Disperindagtamben Kota Kediri bekerjasama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri. Acara itu dilakukan di Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, kota setempat.

Sementara itu, dalam kegiatan operasi pasar tersebut animo masyarakat cukup bagus. Mereka antre membeli bahan pokok yang dijual dalam operasi pasar tersebut.

Selain operasi pasar, dalam acara itu Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri juga mengadakan sosialisasi uang baru. Dengan acara itu, warga diharapkan mengetahui model uang baru, sehingga jika mendapatkan uang baru tidak sanksi.

Sumber : antarajatim.com