logo.png

BI Kediri: Penarikan Uang Selama Natal-Tahun Baru Rp600 Miliar


ANTARA News Jawa Timur

BI Kediri: Penarikan Uang Selama Natal-Tahun Baru Rp600 Miliar
Warga Kediri menunjukkan pecahan uang baru, di sela-sela sosialisasi tentang uang baru di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Jawa Timur, Selasa (3/1). (foto Asmaul Chusna)
 
 "Natal dan tahun baru penarikan uang tunai dari bank sebesar Rp600 miliar. Penarikan itu terutama untuk mengisi ATM (anjungan tunai mandiri)," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Jawa Timur, mencatat transaksi atau penarikan uang tunai selama libur Natal dan Tahun Baru 2017 di wilayah BI Kediri mencapai 600 miliar.
     
"Natal dan tahun baru penarikan uang tunai dari bank sebesar Rp600 miliar. Penarikan itu terutama untuk mengisi ATM (anjungan tunai mandiri)," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri Djoko Raharto di sela-sela sosialisasi pecahan uang baru di kantor setempat, Selasa.
     
Ia mengatakan penarikan itu lebih besar ketimbang saat penarikan di hari biasa, dimana rata-rata setiap satu pekan sekitar Rp250 miliar. Penarikan itu dari beragam daerah di wilayah BI Kediri, baik keresidenan Kediri dan Madiun.
     
Djoko menilai, adanya fenomena peningkatan penarikan itu terjadi selama beberapa tahun terakhir. Saat libur panjang, penarikan uang dari ATM selama libur panjang dari bank cukup luar biasa.
     
"Ini artinya untuk untuk mengimbangi aktivitas ekonomi yag meningkat. Banyak pelancong ke Kediri, sehingga supaya layanan masyarakat tetap berjalan ATM harus tetap 'Standby'," katanya.
     
Terkait dengan uang baru, ia mengatakan uang itu masih terbatas dan belum disuplai ke ATM. Sejak diresmikan akhir Desember 2016, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri mendapatkan kiriman sebanyak Rp60 miliar.
     
Djoko menyebut, saat ini distribusi uang baru itu masih sekitar 70 persen atau sekitar Rp42 miliar. Uang yang dikirim pun belum terlalu banyak, sebab saat ini masih proses pengenalan.
     
"Ini masih pengenalan dan untuk ATM pelan-pelan. Uang lama, secara bertahap, yang rusak dan tidak layak edar akan kami sortir dan musnahkan, jadi nanti akan berkurang (uang lama)," ujarnya.
     
Kediri menjadi salah satu tujuan wisatawan. Sejumlah lokasi wisata ramai dipadati pengunjung saat libur Natal dan Tahun Baru 2017. Salah satunya di Goa Selomangleng Kediri.
     
Kepala Disbudparpora Kota Kediri Nur Muhyar mengatakan ribuan pengunjung memadati lokasi goa. Selain berwisata alam, mereka juga bisa wisata edukasi, belajar tentang sejarah. 
    
"Di lokasi goa ada juga museum, jadi mereka juga bisa belajar sejarah tentang beragam situs," kata Nur.

Sumber : antarajatim.com