logo.png

BPBD Kediri Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem


ANTARA News Jawa Timur

BPBD Kediri Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem

Tenda darurat yang dibangun oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (18/1). Tim meminta warga mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan terjadinya bencana seperti banjir dan angin berputar puting beliung. (foto Asmaul Chusna)
 
 "BMKG sudah memberikan imbauan, mengingat cuaca yang berorientasi hujan deras disertai dengan angin kencang. Kami pun membuat posko,"
 
Kediri (Antara Jatim) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, Jawa Timur, meminta warga waspada pada cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan terjadinya bencana seperti banjir dan angin puting beliung.
     
"BMKG sudah memberikan imbauan, mengingat cuaca yang berorientasi hujan deras disertai dengan angin kencang. Kami pun membuat posko," kata Kepala BPBD Kota Kediri Syamsul Bahri di Kediri, Rabu.
     
Ia mengatakan, selama Januari 2017 ini, sudah ada dua kejadian banjir terjadi di Kota Kediri, tepatnya di Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri serta Kelurahan Bandarlor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
     
Tingkat ketinggian banjir di lokasi itu beragam, hingga 60 sentimer yang berlangsung hingga beberapa hari. Selain merendam area jalan, banjir juga merendam perkampungan yang menyebabkan aktivitas warga menjadi terkendala.
     
Syamsul juga mengatakan, BPBD juga mendirikan tenda darurat di lokasi tersebut. Tenda itu sebagai posko siaga bencana yang didirikan di bantaran Sungai Brantas. Di tempat tersebut, juga disiapkan beragam keperluan penanggulangan bencana, baik kendaraan maupun beragam alat. 
     
"Ini posko siaga bencana. Selain posko, juga sekaligus ada personel, supaya kami bisa mengantisipasi dan secepatnya memberikan pertolongan pertama," ujarnya.
     
Untuk pendirian posko, ia mengatakan akan dilakukan hingga dua bulan. Januari-Februari merupakan bulan dengan intensitas cuaca yang cukup ekstrim, sehingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau BPBD untuk mendirikan tenda darurat.
      
Syamsul menambahkan, di Kediri selain rawan banjir juga rawan terjadi bencana angin puting beliung. Selama 2016, ada 35 rumah warga di kota ini yang rusak akibat terjangan angin puting beliung. Daerah yang paling banyak rumah rusak akibat terjangan angin itu di Kelurahan Burengan, Kota Kediri dengan total rumah rusak 18 unit baik rusak ringan dan berat.
     
Ia berharap, masyarakat juga waspada ancaman angin puting beliung serta banjir. Masyarakat diimbau untuk menjauhi bangunan yang rawan ambruk maupun pohon yang rawan tumbang, terutama saat terjadi hujan disertai angin kencang.

Sumber : antarajatim.com